Manokwari, TP – Para murid di SD Inpres 22 Wosi, Kabupaten Manokwari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan latihan tambahan, yakni latihan pencak silat.
Menurut pelatih pencak silat di SD Inpres 22 Wosi, Agus Hendro Budiyanto, latihan pencak silat yang diikuti para murid ini digagas perguruan pencak silat Satria Tunggal bekerja sama dengan SD Inpres 22 Wosi.
“Tujuan latihan pencak silat untuk mengembangkan bakat, minat, karakter, dan fisik anak-anak sejak usia dini. Khususnya, anak-anak di bangku SD, mulai kelas tiga sampai kelas enam,” rinci Budiyanto kepada Tabura Pos di sela-sela latihan pencak silat, Selasa (15/9/2026) sore.
Ia merincikan, program ekstrakurikuler latihan pencak silat di SD Inpres 22 Wosi, dijadwalkan pada Selasa dan Jumat sore. “Dalam satu minggu diadakan dua kali pertemuan di luar jam belajar sekolah, khusus bagi anak-anak yang hobi berlatih bela diri,” terang Budiyanto.
Diungkapkannya, latihan dilaksanakan di halaman sekolah mulai pukul 15.30 WIT sampai pukul 17.30 WIT. Dalam kegiatan ekstrakurikuler latihan pencak silat ini, jelas Budiyanto, selain diajarkan ilmu bela diri, para murid juga diajarkan sikap rendah hati, sopan santun terhadap sesama, baik itu orangtua, teman, dan saudara.
“Kami berharap dengan latihan yang sudah kita ajarkan ini, ke depan bisa berjalan baik dan kelak anak-anak kita bisa menjadi atlet pencak silat dan mampu meraih prestasi yang gemilang di masa depannya,” harap Budiyanto.
Selain di SD Inpres 22 Wosi, ungkap Budiyanto, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah, diantaranya SD Negeri 35 Sanggeng, SD Yapis 02, dan SMK Kehutanan.
Kepala SD Inpres 22 Wosi, Alfonsina Renyaan, S.Pd, Gr, menyambut baik program ekstrakurikuler untuk para muridnya tersebut.
Diakuinya, latihan pencak silat sudah berlangsung selama 2 tahun lebih, mulai Februari 2024 hingga 2026. “Latihan pencak silat yang dilaksanakan saat ini tidak dipungut biaya apapun bagi murid yang mau mengikuti olahraga pencak silat,” klaimnya.
Dirinya menjelaskan, peserta yang mengikuti latihan hanya membayar biaya seragam latihan sebesar Rp190.000 dan iuran latihan setiap Selasa dan Jumat sebesar Rp3.000.
“Kami pihak sekolah sangat mendukung adanya kegiatan latihan sore di lingkungan sekolah. Kami apresiasi tim pelatih dan guru silat yang mengajar latihan silat. Ini juga sebagai nilai tambah di raport siswa, khusus yang meluangkan waktu untuk ikut latihan sore,” tandas Regina Renyaan. [CR18-R1]










