Manokwari, TP — Pemerintah Provinsi Papua Barat melepas secara resmi 210 peserta Ziarah Keagamaan Tahun 2026, Kamis (24/9/2026), di Swiss-Belhotel Manokwari. Kegiatan lintas agama ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah merawat toleransi, kerukunan, dan persatuan di Tanah Papua Barat.
Gubernur Papua Barat, Dr. Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., yang memimpin pelepasan menyebut program ini telah dirintis sejak pertama kali menjabat tahun 2003. Kini, perjalanan rohani diikuti perwakilan umat Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha dari 7 kabupaten se-Provinsi Papua Barat.
Berikut rincian peserta lintas agama yang diberangkatkan. Umrah ke Tanah Suci Mekkah sebanyak 88 orang. Ziarah ke Yerusalem,Israel sebanyak 91 orang. Ziarah umat Hindu ke India sebanyak 15 orang dari 16, satu berpulang sebelum berangkat. Ziarah umat Buddha ke Tiongkok sebanyak 15 orang.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Papua Barat, Dirsia Natalia Atururi, SE., MM., menjelaskan kegiatan berlandaskan amanat UU Otonomi Khusus Pasal 53 ayat (1) yang menjamin hak beragama sekaligus kewajiban menjaga kerukunan. Pembiayaan bersumber dari APBD dan Dana Otonomi Khusus 1 persen.
Gubernur Mandacan juga berpesan, ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen memperdalam iman dan mempererat persaudaraan. “Jagalah nama baik Papua Barat. Tunjukkan sikap santun, disiplin, toleransi, dan saling menghormati ke mana pun kalian pergi,” ujarnya.
Pembangunan daerah, tambah Gubernur, tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga pembentukan masyarakat bermoral, berintegritas, dan berkepedulian sosial. Di akhir acara, Gubernur mendoakan seluruh peserta senantiasa sehat, selamat, dan lancar berangkat hingga kembali berkumpul bersama keluarga. [K&K-R2]










