Sorong,TP — Keluarga korban dugaan penganiayaan yang disebut melibatkan oknum anggota Polres Sorong melakukan aksi penutupan akses masuk Markas Komando Polres Sorong, Rabu (23/9/2026). Mereka menuntut kejelasan atas peristiwa yang terjadi di wilayah Arar, Kabupaten Sorong, pekan lalu. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi.
Sebagian besar warga yang berunjuk rasa berasal dari Kompleks Jembatan Ferri, Kota Sorong. Mereka menyatakan telah mendatangi Polres selama hampir satu pekan namun belum memperoleh penjelasan yang memuaskan. Dalam aksinya, warga memasang palang di pintu masuk dan secara lisan menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Polres Sorong belum merilis keterangan terkait kronologi kejadian maupun langkah penindakan terhadap dugaan keterlibatan anggotanya. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait. [CR3-R2]










