Manokwari, TP – Kerusakan aset di Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari semakin parah. Selain itu, banyak pintu kios yang terbuat dari baja ringan dalam kondisi rusak dan dicuri.
Bukan itu saja, Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng juga menyoroti masalah keamanan, karena selama tidak ada aparat keamanan, maka tidak ada jaminan keamanan di pasar.
Kondisi ini ditanggapi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat.
Menurutnya, jika tindakan tak terpuji terus berlangsung, bagaimana Kabupaten Manokwari bisa berkembang. “Keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Tingkat kesadaran pedagang dan masyarakat setempat, kita sangat butuhkan, bagaimana menjaga aset yang begitu susah kita dapatkan. Nyatanya, setelah sudah jadi, terjadi pencurian, bahkan pengrusakan,” jelas Maabuat kepada Tabura Pos di kantornya, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, sejak beroperasi, keamanan Pasar Sentral Sanggeng ditangani TNI dan Polri, tetapi terkendala biaya, maka aparat keamanan ditarik lagi ke satuan masing-masing.
“Yang pertama jaga itu satuan dari Polresta Manokwari, berikut Satbrimob Polda Papua Barat, dan terakhir dari Kodim 1801 Manokwari. Hanya saja terjadi keterlambatan penyelesaian hak-hak mereka membuat tim yang jaga ditarik ke satuan masing-masing, sehingga terjadi kekosongan,” tandas Maabuat.
Dirinya berharap dengan kekosongan tersebut, maka Satpol PP yang menjadi bagian dari Pemkab Manokwari bisa berperan aktif bersama Disperindag selaku dinas teknis untuk menjaga aset-aset pemerintah, salah satunya Pasar Sentral Sanggeng, sehingga tidak semakin rusak dan tidak semakin banyak terjadi pencurian.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Pak Bupati sudah rapatkan bersama beliau, sudah tegaskan dalam hal ini, kami untuk melihat pasar yang sudah dibangun bagus, tetapi fungsinya masih jauh dari harapan. Ini pasar sudah ada, mari kita sama-sama berjibaku agar pasar ini bisa berfungsi dengan baik,” tandas Maabuat. [SDR-R1]










