Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat maupun Bupati Kaimana bersama jajarannya didesak segera mengambil tindakan nyata pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diperbatasan Kabupaten Wondama dan Kaimana maupun sepanjang jalan trans papua barat Provinsi Papua Barat.
Hal ini ditegaskan, Kepala Kampung Muri, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Jitro Samiata. Ia mengungkapkan, Karhutla yang terjadi di perbatasan Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Kaimana berlangsung sejak Agustus hingga memasuki akhir September ini.
Dikatakan, Samiata, selama berbulan-bulan masyarakat adat Mere bergerak sendiri dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api yang terus meluas di wilayah adatnya, tanpa adanya perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun kabupaten melalui dinas kehutanan maupun dinas teknis lainnya.
Akibat Karhutla dan tidak adanya perhatian serta respon cepat provinsi maupun kabupaten, kata Samiata, wilayah hutan dan lahan yang terbakar semakin luas, kurang lebih sepanjang jalan trans Papua Barat.
“Ruang hidup kami untuk mencari makan semakin sempit, karena luasan hutan dan lahan yang terbakar di wilayah adat kami semakin meluas hingga ke pemukiman warga. Kebakaran ini terjadi bukan karena faktor cuaca saja, tapi juga ada kesengajaan dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang melintas di jalan trans Papua Barat-Papua Tengah,” tegas Samiata kepada Tabura Pos melalui sambungan telepon, Sabtu, (26/9/2026).
Untuk itu, Samiata mendesak Pemprov Papua Barat maupun Pemkab Teluk Wondama dan Kaimana segera mengambil langkah tegas guna mencegah Karhutla yang terjadi di wilayah adat Suku Mere.
Disamping itu, dirinya berharap, Pemprov dan Pemkab melalui instansi teknis dapat melaksanakan reboisasi atau penanaman kembali wilayah hutan yang terbakar dengan melibatkan merekà sebagai pemilik hak ulayat.
“Kami minta agar ada perhatian serius, terutama dinas kehutanan. Kalau kita tebang kayu, atau bawa hasil hutan lainnya selalu ada pajak ke daerah. Saat kami kesulitan akibat karhutla ini, harus ada perhatian serius seperti langkah cepat yang dilakukan
pemkab Teluk Wondama,” tandas Samiata. [FSM-R2]










