Teluk Wondama, TP – Tim 15 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) tancap gas ke tahap hilirisasi. Setelah fondasi keuangan beres, kini tim secara langsung membawa sampel produk pala olahan UMKM Werianggi-Werabur untuk dijajaki kemitraannya ke jaringan supermarket dan retail modern di Wasior dan Manokwari.
Langkah jemput bola ini dilakukan awal Oktober 2026 sebagai tindak lanjut Workshop 1 pada 27 September 2026.
Tujuannya satu: memastikan pala dari kebun Werianggi-Werabur tidak berhenti di kampung, tapi naik kelas dan masuk ke rak pasar modern.
“Kami tidak mau program ini mati di tengah jalan hanya jadi pelatihan saja. Sekarang kami bawa langsung produk pala mama-mama ke Wasior dan Manokwari. Kami presentasi, kami kurasi bareng pihak supermarket mulai dari kemasan, harga, sampai jaminan stok,” ujar Ketua Tim 15, Karin Amelia Safitri, Minggu (4/10/2026).
Tim yang terdiri dari Muhammad Ulummudin, Sal Bintang Alwasi, Dani Bintang Aprilyanto (UI), Muhammad Abi Rafdi (USU), dan Muhammad Rifki Arief (UNSRI) ini menyasar dua titik strategis.
Wasior sebagai ibu kota Kabupaten Teluk Wondama untuk pasar lokal terdekat, dan Manokwari sebagai pusat ekonomi Papua Barat untuk pasar yang lebih luas.Upaya ini menjadi wujud komitmen terhadap keberlanjutan sesuai _Sustainable Development Goals (SDGs)_. Khususnya SDGs 8 untuk pertumbuhan ekonomi UMKM, SDGs 12 untuk standardisasi produksi pala yang layak retail, dan SDGs 17 lewat kemitraan nyata antara akademisi dan sektor swasta di Wasior dan Manokwari.
“Harapannya, nanti mama-mama tidak lagi bingung jual ke mana. Pala Werianggi-Werabur sudah punya langganan tetap di supermarket Wasior dan Manokwari. Itu keberlanjutan yang kami kejar,” tutup Karin. [Rls/SDR]









