Manokwari, TP – Kabut asap yang melanda Papua Barat saat ini tidak hanya berasal dari titik api lokal dari Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, tetapi juga terdorong asap kiriman dari wilayah Provinsi Papua Selatan dan negara tetangga Papua Nugini (PNG) akibat tiupan angin.
Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Papua Barat bersama, Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat kini memfokuskan strategi pemadaman udara untuk menekan ribuan titik panas yang kian menyebar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Papua Barat, Danang Tri Soesilo mengatakan, kondisi cuaca terakhir di wilayah Papua Barat berbeda dengan awal kejadian karhutla yang hampir titik api berada di setiap kabupaten di Papua Barat, namun kabut asapnya tidak seperti kondisi saat ini.
Dikatakan Danang, di Papua Barat hampir tidak hanya kejadian karhutla terkecuali di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni yang masih ada titik api ditambah dengan kiriman asap dari wilayah Papua Selatan.
“Saat baru saja kontak dengan teman-teman BPBD di Merauke, Papua Selatan. Memang disana ada kabup asap dari wilayah utara Merauke yang berasal dari negara PNG ke wilayah Papua Selatan, Papua Barat Daya hingga ke Papua Barat. Karena angin bertiup ke arah kita di Kepala Burung,” kata Danang kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Dijelaskan Danang, kabut asap di Papua Barat akibat karhutla sebelumnya masih ada dan di tambah lagi dengan kabut asap kiriman. Karena kabut asap ini tidak bisa menguap dan masih ada.
Lebih lanjut, kata dia, upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pemadaman titik api belum berhasil, karena melalui jalur darat dan keterbatasan personel, peralatan tetapi juga kemampuan. Karena di Fakfak, kawasannya ditumbuhi alang-alang tetapi juga sebagiannya kawasan gambut.
Menurutnya, saat ini pihaknya lagi berupaya untuk membangun komunikasi bersama BP LNG Tangguh dan Pemerintah Pusat, agar ada bantuan pemadaman via udara dengan skema water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Sebelumnya, jelas dia, pada September Pemprov telah dibantu oleh LNG dan BNPB dua unit water bombing. Karena, pemadaman titik apinya sudah selesai, maka dua unit tersebut telah dialihkan untuk pemadaman api di wilayak Kalimantan.
Disinggung terkait titik api, ungkap Danang, khusus di Tanah Papua berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Papua Barat, Papua Selatan sebanyak 2.658 titik api, paling banyak di Merauke.
Sedangkan, tambah dia, Papua Barat sendiri sebanyak 1.294 titik api dan terbanyak di Kabupaten Fakfak 659 titik api, ini data per 1 Oktober 2026.
“Ini dapat terupdate per 1 Oktober. Saat ini kita lagi berupaya agar ada bantuan penangganan pemadaman titik api via udara, baik skema water bombing maupun OMC,” tandas Danang. [FSM-R2]










