Orang Tua Diminta Awasi Anak di Dalam Rumah
Sorong, TP- Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap memaksa Pemerintah Kabupaten Sorong menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan, terhitung Rabu (7/10/2026) hingga kondisi membaik. Kualitas udara tercatat berada pada kategori tidak sehat dengan kadar PM2,5 mencapai 105 mikrogram/m³.
Sekda Kabupaten Sorong Nimrod Sesa menegaskan: “PJJ bukan berarti bebas bermain ke luar rumah. Siswa tetap belajar dari rumah,” ujarnya.
Mekanisme pembelajaran disesuaikan daerah yang wilayah dengan akses internet memadai. Modul tugas bagi daerah dengan jaringan terbatas, dimana siswa mengerjakan di rumah lalu mengembalikan ke sekolah. Sementara Guru tetap bertugas piket bergilir di sekolah, wajib bermasker saat menerima/memberikan tugas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, diambil orang tua sesuai jadwal
Kepala Dinas Pendidikan Andreas Taa mengimbau orang tua mengawasi anak agar tidak ke pasar, mal, atau tempat umum lainnya guna menghindari paparan asap. Kebijakan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan rekomendasi Dinas Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Ronney Ch. N. Kalesaran menjelaskan kadar PM2,5 di angka 105 sudah berisiko, terutama bagi bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru. Kasus ISPA mulai tercatat meningkat. Masyarakat diminta kurangi aktivitas luar ruangan dan gunakan masker jika harus keluar.
Kepala BPBD Aminadap Lobat mengonfirmasi asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan sejak awal September, meluas dari Aimas–Mariat hingga Klayili dan Malasom yang masih ada titik api. Warga dilarang membuka lahan dengan api dan memastikan api padam sepenuhnya.
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, kepala distrik, kampung, dan puskesmas bersinergi mengurangi dampak, serta berharap hujan segera turun untuk memadamkan api dan memulihkan kualitas udara. [MPS-R2]










