Manokwari, TP — Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Manokwari mencatat sebanyak 36 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan Oktober 2026. Angka ini mencakup kebakaran rumah warga, lahan, hingga bangunan instansi pemerintah.
Kepala Dinas Damkar, Tobias Sorbu, menyampaikan kebakaran di kawasan permukiman umumnya dipicu korsleting listrik dan kelalaian penggunaan api rumah tangga. Aktivitas membakar sampah yang tidak dipantau hingga benar-benar padam juga menjadi pemicu yang kerap terabaikan warga.
“Berdasarkan perkiraan data Dinas Pemadam Kebakaran, terdapat sekitar 36 kejadian kebakaran sejak Januari sampai Oktober 2026 ini,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Manokwari, Tobias Sorbu kepada Tabura Pos di kantornya, Kamis (15/10/2026).
Lebih lanjut, Tobias menyebutkan, data tersebut mencakup kebakaran rumah warga, lahan, serta bangunan perkantoran dan instansi pemerintah.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada bangunan permukiman umumnya dipicu korsleting listrik dan penggunaan kompor. Selain itu, aktivitas membakar sampah juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.
Menghadapi musim kemarau dan suhu udara yang panas, Tobias mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga yang membakar sampah diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat membakar sampah. Pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat. Kemudian, penggunaan listrik juga harus diperhatikan dan hindari sambungan kabel yang tidak sesuai standar karena dapat memicu korsleting,” tutupnya. [SDR-R2]










