Manokwari, TP – Polda Papua Barat mulai pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam 2026 selama dua pekan lebih, mulai 20 Oktober hingga 8 November 2026. Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Sulastiana, mengungkapkan Operasi Patuh Mansinam 2026 bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, mengurangi fatalitas korban, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat demi mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan tertib.
Adapun sasaran operasi mencakup potensi gangguan rawan macet, pelanggaran, dan kecelakaan dengan fokus tindakan berupa deteksi dini, penyuluhan safety riding/driving, hingga penegakan hukum simpatik dan manajemen kontra narasi hoaks.
Ia menerangkan, berdasarkan evaluasi Operasi Patuh Mansinam 2025, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua Barat berhasil ditekan dari 8 kejadian pada 2024 menjadi 5 kejadian pada 2025. Korban meninggal dunia juga menurun dari 3 orang menjadi 1 orang, serta kerugian materiil turun dari Rp15,1 juta menjadi Rp7 juta.
Dari sisi penindakan, tilang manual pada 2025 tercatat sebanyak 442 pelanggar dan teguran mencapai 1.327 pelanggar. Hal ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang diimbangi perubahan perilaku masyarakat.
”Saya minta seluruh satuan tugas tidak hanya berorientasi pada jumlah penindakan. Pentingnya membangun kesadaran dan kedisiplinan bersama dalam menjaga dan menciptakan keselamatan lalu lintas di jalan,” kata Wakapolda saat pimpin apel gabungan di halaman Mapolda Papua Barat, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, ukur keberhasilan dari meningkatnya kepatuhan, bukan dari banyaknya yang ditilang, tetapi menurunnya pelanggaran, berkurangnya kecelakaan, serta semakin baiknya perilaku berlalu lintas.
Ia berpesan, pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang edukatif, persuasif, serta humanis. Penegakan hukum tetap didukung melalui fasilitas ETLE statis maupun mobile serta blangko teguran.
”Polisi harus hadir sebagai teladan, pendidik, dan pelindung keselamatan di jalan. Kita berharap budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena kehadiran petugas,” pungkasnya. [SDR-R2]










