Bintuni, TP — Guru memegang peran jauh lebih besar daripada sekadar penyampai materi pelajaran. Guru dituntut tidak hanya cakap mengajar, tetapi mampu membentuk karakter, memperkuat literasi, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, DR. Henry D. Kapuangan, saat membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, Selasa (27/10).
Dalam pemaparannya di hadapan guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Teluk Bintuni, Henry menekankan bahwa visi dan misi pembangunan daerah harus menjadi arah utama pelaksanaan pendidikan. Seluruh program pendidikan selama lima tahun ke depan harus mendukung visi besar pemerintah daerah.
“Guru bukan hanya mengajarkan matematika, bahasa Inggris, atau mata pelajaran lainnya. Guru juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, sikap, dan perilaku anak-anak. Karena itu, guru harus menjadi teladan bagi murid,” ujar Henry.
Tugas pendidik mencakup mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, hingga menilai perkembangan peserta didik — dan harus dijalankan secara profesional sesuai ketentuan UU Sistem Pendidikan Nasional.
Saat ini terdapat sekitar 2.051 tenaga guru di Teluk Bintuni yang pembiayaannya bersumber dari APBD, dengan anggaran penggajian mencapai hampir Rp8 miliar. Meski demikian, pemerataan guru di wilayah yang luas dan terjauh masih menjadi tantangan. Pemerintah daerah menggunakan skema guru kontrak untuk membantu sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, termasuk sekolah swasta yang menjadi satu-satunya akses pendidikan di kampung-kampung tertentu.
Persoalan penyaluran tunjangan sertifikasi dan tunjangan khusus juga terus diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi agar hak-hak guru dapat diterima tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Henry juga menyoroti pentingnya pemahaman literasi yang lebih luas, tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi kemampuan berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah. Sekolah wajib menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Pendidikan harus mampu menjangkau semua anak,” tegasnya.
Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah dan pemerintah. Kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan sangat dibutuhkan, terutama di era pembelajaran digital. Workshop ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan komitmen bersama untuk mewujudkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan berkeadilan di seluruh Kabupaten Teluk Bintuni.[CR25-R2]










