Manokwari,TP — Laga final bola basket putri antara tim Institute Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) Papua Barat melawan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (Unimutu) di Unipa Center, Amban, Manokwari, Rabu (28/10/2026) malam, mendadak diwarnai insiden massal kerasukan roh halus.
Pertandingan yang digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-26 Universitas Papua (Unipa) dalam memperebutkan posisi juara 3 dan 4 terpaksa dihentikan sementara.
Informasi yang dihimpun Tabura Pos, insiden bermula ketika seorang pemain cadangan tim putri IHTP tiba-tiba mengalami kerasukan di bangku cadangan. Tak lama berselang, salah satu penonton atau suporter perempuan dari kubu IHTP turut mengalami hal serupa.
Melihat situasi yang tidak kondusif, wasit utama memutuskan menghentikan jalannya pertandingan yang saat itu telah memasuki menit ketujuh.
Suasana semakin tegang ketika sejumlah pemain putri dari kedua tim baik dari IHTP maupun Unimutu secara beruntun turut mengalami insiden kerasukan di area lapangan.
”Pertama, pemain cadangan dari tim IHTP yang dimasuki roh halus duluan. Kemudian, teman kami dari suporter IHTP juga mengalami hal yang sama,” ungkap salah satu suporter IHTP Papua Barat yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sekitar Gereja GKI Petrus Amban, Rabu malam.
Menurutnya, total korban yang mengalami kerasukan diperkirakan mencapai 10 orang, yang terdiri dari 4 pemain putri tim IHTP termasuk salah satu suppoter dan 5 orang dari tim putri Unimutu.
Untuk penanganan awal, para pemain dan suporter yang mengalami kerasukan langsung dilarikan ke halaman gedung Gereja GKI Petrus Amban. Setelah mendapat doa dan penanganan spiritual dari sejumlah hamba Tuhan, situasi berangsur-angsur mulai kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau konfirmasi resmi dari Koordinator Pertandingan Bola Basket maupun pihak panitia Dies Natalis Unipa. [FSM-R2]









