Manokwari, TP – Tim SERGA FILM dari SMAN 1 Manokwari dan MOLLUNESIA dari Universitas Papua (UNIPA) sukses menyabet juara pertama kategori video konten kreatif dalam ajang perlombaan memperingati Sumpah Pemuda bertajuk “Ruang Sinema dan Opini: Menatap Masa Depan Lewat Lensa dan Gagasan”
Keduanya memimpin daftar pemenang dari total 83 tim se-Papua Barat dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) berkolaborasi dengan Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, Rabu (28/10/2026).
Selain kategori video, persaingan ketat di kategori opini dan gagasan pemuda berhasil dimenangkan oleh Rivina Zahra dari SMAN 1 Manokwari untuk tingkat pelajar, serta kelompok SALAM BOYAH dari S1 Ilmu Hukum untuk tingkat mahasiswa IHTP.
Pengumuman para juara yang berasal dari Manokwari, Teluk Bintuni, hingga Fakfak ini menjadi puncak apresiasi bagi generasi muda Papua Barat untuk terus berpikir kritis dan melahirkan karya inovatif bagi daerahnya.

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma menantang generasi muda Papua Barat untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi agar mampu menunjukkan potensi serta kreativitas anak-anak Papua kepada masyarakat luas.
Menurut Wamafma, generasi muda saat ini harus mampu memanfaatkan potensi diri untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masa depan. Kreativitas dan inovasi menjadi modal penting bagi pelajar SMA dan mahasiswa untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Filep dalam kompetisi kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Sumpah Pemuda bertajuk “Ruang Sinema dan Opini: Menatap Masa Depan Lewat Lensa dan Gagasan”, yang diselenggarakan Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) berkolaborasi dengan dirinya.
“Kalau anak muda tidak berkarya dan tidak berprestasi, kalian akan menjadi bagian dari generasi masa lalu, seperti kami. Generasi sekarang adalah generasi yang harus kreatif dan inovatif. Potensi itu ada pada kalian, anak-anak SMA dan mahasiswa,” ujar Wamafma dalam kegiatan tersebut, Rabu, (28/10/26).Ia mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.
Menurutnya, persaingan yang berlangsung ketat menunjukkan bahwa generasi muda Papua Barat memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya kreatif.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar pada masa mendatang, agar banyak pelajar dan mahasiswa memperoleh ruang mengembangkan kemampuan, menuangkan gagasan, serta menunjukkan kreativitas mereka.
Disamping itu Wamafma juga mengajak generasi muda Papua untuk membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kita harus menunjukkan kepada dunia, kepada masyarakat dari Aceh sampai Maluku, bahwa anak-anak Papua juga mampu berkarya. Walaupun kita berada jauh di wilayah timur Indonesia, kita juga bisa membuat konten-konten kreatif,” pesannya.
Menurutnya, kompetisi kreatif bukan hanya ajang untuk memperebutkan kemenangan, melainkan juga kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan membangun kepercayaan diri.Karena itu, ia meminta peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati.
Pengalaman mengikuti kompetisi harus dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki kemampuan dan kembali menghasilkan karya yang lebih baik.”Marilah kita berkolaborasi membangun pendidikan yang lebih baik melalui dukungan terhadap kreativitas, inovasi, dan pengembangan bakat generasi muda Papua Barat,” tandas Wamafma. [*FSM]










