Bintuni, TP — Ketua Koordinator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se‑Papua Raya, Yasman Yasir, S.E., menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PPP H. Muhammad Mardiono terkait pemberhentian Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal Taj Yasin Maimoen.
Ia mengajak seluruh kader di enam DPW Papua Raya untuk menghentikan konflik berkepanjangan, mengutamakan konsolidasi organisasi, serta bersiap menghadapi agenda politik termasuk Pemilu 2029.
“Saya mendukung keputusan Pak H. Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP. Jujur, saya merasa sedih melihat situasi yang terjadi di internal partai,” ujarnya melalui keterangan telepon kepada awak media Kamis (29/10).
Yasman mengaku prihatin atas polemik yang bergulir di tubuh PPP, namun menegaskan kepentingan organisasi harus menjadi prioritas utama. Menurut Yasman, dinamika di dalam organisasi politik adalah hal yang wajar, namun setiap perbedaan harus diselesaikan melalui aturan organisasi, kedewasaan berpolitik, serta kepentingan bersama.
“Sekarang saatnya konsolidasi, bukan ribut. Kita harus melihat ke depan dan bagaimana membesarkan PPP. Jangan sampai energi kader habis hanya untuk memperdebatkan persoalan internal,” tegasnya.
PPP se‑Papua Raya mencakup enam Dewan Pimpinan Wilayah, yaitu DPW PPP Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Yasman berharap seluruh pengurus dan kader di enam wilayah tersebut tetap menjaga komunikasi serta memperkuat koordinasi.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi konflik yang berlarut‑larut. Sebaliknya, momentum ini harus dijadikan ajang memperkuat struktur partai, menjaga marwah PPP, serta kembali memusatkan perhatian pada aspirasi masyarakat dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Yasman juga mengingatkan kembali seruan yang pernah disampaikan pasca Muktamar X PPP tahun 2025, yakni pentingnya kesantunan, menahan diri, dan penyelesaian sengketa melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Konflik berkepanjangan, menurutnya, berisiko menjauhkan partai dari masyarakat.
“Yang paling penting, bagaimana PPP ke depan tetap solid, menjaga marwah partai, dan tidak kembali terjebak dalam konflik serta ego tertentu yang berkepanjangan,” pesannya.
Bagi Yasman, menjaga persatuan dan membesarkan PPP harus berdiri di atas perbedaan pandangan maupun kepentingan kelompok. Ia berharap polemik internal segera mereda sehingga seluruh kader Papua Raya dapat kembali bekerja bersama untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. [CR25-R2]










