Manokwari, TP – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Papua Barat untuk pertama kalinya menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas Juri dalam rangka mendorong daya sain kesenian di Papua Barat, Selasa – Kamis (2-5/11/2026).
Kepala Disbudpar Papua Barat, Jafar Werfete mengatakan, tujuan utama kegiatan ini guna menghadirkan standarisasi penjurian seni di daerah, baik untuk kategori seni pertunjukan, seni suara, musik, hingga tarian.
Dikatakan Werfete, dalam pelaksanaan pelatihan ini, pihaknya bekerja sama dengan bidang pengembangan sumber daya manusia Kementerian Kebudayaan Pusat.
Tentunya, instruktur dan narasumber berpengalaman dari tingkat nasional yang memberikan materi-materi kepada para juri agar dalam pemberian penilaian mereka benar-benar objektif dan jujur.
“Karena juri yang bagus, juri yang baik dengan standar yang tinggi itu akan memberikan hasil yang baik atau yang tinggi juga pada kreativitas kesenian di daerah kita,” ujar Werfete kepada wartawan di sela-sela kegiatan di salah satu hotel di Manokwari.
Dirincikan Werfete, pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini dibagi ke dalam dua kelas utama, yaitu kelas seni tari serta kelas musik dan suara atau instrumental musik.
Para peserta yang hadir, lanjut dia, berasal dari wilayah Manokwari Raya dan sekitarnya, dengan sebagian peserta bahkan mengikuti kegiatan secara mandiri di tengah kuota yang terbatas.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan respon positif terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas ekosistem kesenian lokal.
Pembiayaan kegiatan ini sendiri didukung oleh sinergi anggaran daerah serta pusat melalui Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kebudayaan.
Ditambahkan Werfete, Pelatihan peningkatan kapasitas tahap awal ini difokuskan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan kompetensi dasar penjurian.
Ke depannya, sambung dia, Disbudpar Papua Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti program ini ke jenjang sertifikasi profesi resmi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Dengan mengantongi sertifikasi dan lisensi resmi, para juri lokal di Papua Barat nantinya tidak hanya memiliki kesempatan untuk memimpin penjurian di tingkat daerah seperti ajang Pesparawi, tetapi juga berpeluang tampil sebagai juri di tingkat nasional bahkan internasional.
“Jadi semua juri itu, dia memiliki sertifikasi dari LSP. Kalau dia punya sertifikasi itu dan dia lulus, itu kan dia punya lisensi, dia bisa menjadi juri di mana saja,” pungkas Jafar, seraya berharap program berkelanjutan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang guna mendongkrak kualitas kreativitas seni pertunjukan di Papua Barat. [FSM-R2]










