Manokwari, TABURAPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat memiliki sejumlah program, salah satu isu prioritas yang tengah menjadi perhatian serius adalah penanganan kasus stunting yang terjadi di wilayah Papua Barat.
Guna mendorong program nasional tersebut di daerah, BKKBN Provinsi Papua Barat gencar melaksanakan sejumlah kegiatan serta koordinasi dengan mitra kerja dan instansi-intansi teknis lainnya agar dapat bersama-sama dapat mengejar target prevalensi stunting di Papua Barat.
Dalam melaksanakan sejumlah program tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Philmona M. Yarollo mengakui, tak bisa berjalan sendiri, harus dilakukan bersama-sama bersinergi dengan instansi dan mitra kerja termasuk media.

Menurutnya, media turut memiliki peran besar dalam mensukseskan program kerja BKKBN, oleh karenanya Ia berharap partisipasi media di Papua Barat untuk turut menyebarluasakan informasi program kerja serta penanganan kasus stunting di Papua Barat.
“BKKBN memiliki tugas cukup banyak, dua yang menjadi program prioritas yang tengah gencar dilaksanakan dari pusat hingga di daerah, yakni penurunan kasus stunting, serta 3 pilar program untuk mencapai visi misi keluarga yang berkualitas dengan sasaran kabupaten/kota,” terang Philmona dalam Forum Koordinasi Jurnalis dengan BKKBN provinsi Papua Barat di kantornya, Jumat (23/9).
BACA JUGA: Kapolda Papua Barat Puji Kemajuan Polantas
Amanah tersebut, Philmona menegaskan, harus dilaksanakan, bahkan pihaknya juga telah menjalin komunikasi dan melakukan MoU dengan pemerintah daerah, yakni Pemprov Papua Barat, TNI, dan akademisi Universitas Papua dan sejumlah mitra kerja lainnya dalam penanganan kasus tersebut.
“Penanganan stunting harus ada kerjasama, sinergitas dengan lintas sector. Bahkan perlu adanya pendampingan, yang diharapkan dapat mendampingi ibu sejak hamil, melahirkan hingga menyusui,” pungkasnya. [RYA-R3]




















