• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Februari 2, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home POLHUKRIM

4 Pekerja Proyek Jalan Teluk Bintuni-Maybrat Tewas Ditembak, 1 Terluka

TaburaPos by TaburaPos
02/10/2022
in POLHUKRIM
0
4 Pekerja Proyek Jalan Teluk Bintuni-Maybrat Tewas Ditembak, 1 Terluka

Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Inf. Batara A. Bulo

0
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TABURAPOS.CO – Kodam XVIII Kasuari menyayangkan dan mengutuk keras aksi penembakan yang menewaskan 4 warga sipil, Kamis (29/9).

Keempat korban yang tewas itu sedang mengerjakan proyek jalan trans Papua, Teluk Bintuni – Maybrat, tepatnya di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Inf. Batara A. Bulo menyebut, penembakan itu ulah atau serangan dari kelompok separatis teroris bersenjata (KSTB).

“Penyerangan ini membuktikan KSTB bertindak semakin brutal terhadap masyarakat yang notabene tidak bersenjata dan pekerja jalan Trans Papua,” ungkap Bulo dalam press releasenya di grup WhatsApp, Jumat (30/9).

Ia menjelaskan, jalan yang dibuat itu untuk kepentingan masyarakat supaya bisa memudahkan akses transportasi barang dan jasa demi meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ditegaskannya, apabila KSTB terus melakukan teror dan ancaman terhadap masyarakat, berarti KSTB sebenarnya yang melakukan pelanggaran HAM berat terhadap masyarakat.

Menurut dia, Satgas Yonif RK 136/TS sudah berupaya melakukan pengejaran dan menolong masyarakat yang menjadi korban penembakan.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi

Sedangkan dari suara tembakan, sambung Kapendam, KSTB terindikasi menembak memakai senjata api rakitan atau organik, karena sesuai laporan masyarakat, suara terdengar kencang dan berentetan.

Dia meminta agar KSTB tidak melakukan teror, ancaman dan kekerasan terhadap masyarakat atau siapa pun. “Mereka jelas melanggar HAM dan melakukan kriminal kelas berat,” sebut Kapendam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi mengungkapkan, video yang viral di media sosial berisi pembantaian terhadap 4 warga sipil pekerja jalan Trans Papua merupakan satu rangkaian penembakan terhadap 12 pekerja jalan.

Diutarakannya, dari hasil konfirmasi ke Direskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol. Novia Jaya, dari hasil pendalaman terhadap beberapa saksi, benar 4 orang dalam foto yang meninggal adalah korban serangkaian penembakan terhadap 12 pekerja.

“Sementara tim sedang berangkat menuju TKP dan kami masih menunggu hasilnya dari tim yang berangkat,” ungkap Kabid Humas dalam press release-nya di grup WhatsApp, kemarin.

Ia meralat, jumlah pekerja proyek jalan Teluk Bintuni – Maybrat adalah 14 orang, bukan 12 orang. Dari 14 orang itu, 9 orang selamat, dimana 6 orang lagi menyelamatkan diri ke pos.

Untuk identitas para pekerja proyek jalan Trans Papua, yaitu: Kusnadi (30 tahun), Remon Ulimpa (26 tahun), Irson (42 tahun), Agung (18 tahun), Muksin Rambe (49 tahun), dan Ruslan alias Cullang (33 tahun) yang terkena tembakan di lengan kanan.

Sementara itu, 3 orang yang menyelamatkan diri ke sungai Majnik Lama ke arah Kampung Maghti, yaitu: Sitinjak (25 tahun), Om Kumis (55 tahun), dan Halim (20 tahun).

Lanjut dia, 4 korban meninggal dunia, yaitu: Abas (52 tahun) selaku bos atau pimpinan, Yafet (50 tahun) sebagai operator excavator, Darmin (46 tahun) sebagai sopir truk, Armin (43 tahun) sebagai sopir truk.

“Sementara satu orang lain, yakni Reva seorang perempuan berusia 28 tahun, sampai saat ini belum diketahui nasibnya,” tambah Erwindi.

Ditambahkannya, Polda Papua Barat sudah mengantongi nama-nama pelaku berdasarkan keterangan dan data.

“Kapolda memerintahkan jajarannya agar terus memburu dan menangkap pelaku supaya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegas Kabid Humas.

Sedangkan Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan C. Warinussy, SH menyesalkan terjadinya penembakan yang menimpa sekitar 12-16 pekerja proyek jalan raya di Moskona Utara ke Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (29/9).

Selaku Juru Bicara JDP, ia meminta perhatian para terduga pelaku penembakan agar tidak meningkatkan perbuatannya sampai menyadari rakyat sipil di wilayah Moskona sampai ke wilayah Maybat dan sekitarnya.

“JDP menyerukan kepada Bupati Teluk Bintuni dan Bupati Maybrat untuk bersama-sama memastikan adanya perlindungan bagi warga sipil di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni maupun Kabupaten Maybrat,” harap Warinussy dalam press release yang diterima Tabura Pos, kemarin.

Di samping itu, tambah dia, JDP juga memohon agar Bupati Teluk Bintuni dan Maybrat bisa membangun komunikasi yang hangat dengan Pangdam XVIII Kasuari dan Kapolda Papua Barat dan jajarannya agar memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat sipil di dekat lokasi tempat kejadian perkara (TKP), khususnya akses pelayanan kesehatan serta perlindungan sosial dan hukum.

Ditegaskan Warinussy, JDP mendukung langkah penegakkan hukum oleh aparat penegak hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Ditemukan Tewas di Tempat Pembuangan Sampah, Ternyata SI Terlibat Pembunuhan Berencana Istrinya 

Dijelaskannya, JDP senantiasa menyerukan kepada para pihak yang terus terlibat konflik, termasuk TPNPB agar secara bijak mempertimbangkan pentingnya mencari jalan damai melalui dialog untuk menyudahi konflik politik dan keamanan yang selalu mendatangkan kerugiaan terhadap masyarakat di seluruh tanah Papua.

JDP, sambung Warinussy, juga menyerukan agar Pangdam dan Kapolda untuk mempertimbangkan langkah operasi keamanan tanpa menyasar pemukiman masyarakat sipil di wilayah Moskona Utara sampai Moskona Barat. [*AND-R1]

Previous Post

Ditemukan Tewas di Tempat Pembuangan Sampah, Ternyata SI Terlibat Pembunuhan Berencana Istrinya 

Next Post

Pemkab Manokwari Dapat Bonus Pengendalian Inflasi Rp 10,41 Miliar

Next Post
Pemkab Manokwari Dapat Bonus Pengendalian Inflasi Rp 10,41 Miliar

Pemkab Manokwari Dapat Bonus Pengendalian Inflasi Rp 10,41 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL ASTON

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!