Manokwari, TABURAPOS.CO – Polda Papua Barat sudah mendirikan layanan pendidikan di beberapa daerah untuk meningkatkan program pendidikan dalam rangka menyelamatkan anak putus sekolah.
Layanan pendidikan tersebut kini hadir di Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Fakfak, Teluk Bintuni, Aimas, dan beberapa daerah lain.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Daniel T.M. Silitonga mengatakan, layanan pendidikan didirikan atas kerja sama dengan Yayasan Rumbei Koteka, Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, guru, dan sejumlah relawan yang hendak mengabdikan diri.
Diungkapkan Silitonga, di Papua Barat terdapat sekitar 68.988 anak putus sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Papua Barat yang akan berdampak pada 15-20 tahun ke depan apabila tidak segera diatasi.
“Saya tidak tahu kenapa mereka takut ke sekolah, tapi kita ingin menyelamatkan mereka dengan menyediakan layanan pendidikan secara gratis, cukup datang untuk belajar,” katanya kepada para wartawan di Pasar Sanggeng, Manokwari, kemarin.
Menurut Kapolda, hatinya tergerak untuk memfasilitasi mereka mendapatkan pendidikan, minimal bisa membaca dan mengetahui literasi, sehingga nanti mereka bisa mencari nafkah dengan pendidikan yang ada.
BACA JUGA: Kapolda Papua Barat Minta Anggota Tak Menghamburkan Uang dan Berfoya-foya
Ditambahkan Silitonga, khusus di Kabupaten Manokwari, layanan pendidikan terhadap anak putus sekolah bisa dijumpai di Sanggeng dan Fanindi. Layanan pendidikan ini, lanjut dia, tidak hanya menampung anak-anak putus sekolah, tetapi juga mengakomodir mereka untuk mendapatkan pendidikan.
“Saya prihatin. Mereka pagi-pagi di pasar, karena tidak tahu mau bikin apa. Saya pikir kalau kita tidak hadir di masyarakat, siapa lagi yang mau bantu mereka,” tandas Kapolda. [AND-R1]




















