Manokwari, TABURAPOS.CO – Tahapan-tahapan persiapan pemilu 2024 terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari. Salah satunya yaitu pencocokan dan penelitian data pemilih atau coklit.
Komisioner KPU Manokwari Devisi Sosialisasi dan Pendidikan, Fahry Firli mengatakan, coklit akan dilakukan mulai 14 Februari 2023, sebagai tanda bahwa pada 14 Februari 2024 akan dilaksanakan pemilihan umum.
Sesuai rencana, hari pertama coklit akan dimulai dari para pejabat Forkopimda baik di lingkungan provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.
Persiapan pelaksanaan coklit, KPU Manokwari telah melakukan perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) atau pantarlih sebanyak 668.
“Kita punya petugas pantarlih ada sebanyak 668 sesuai jumlah TPS tersebar di 9 distrik di Manokwari. Jadi satu TPS satu pantarlih,” jelas Firli kepada Tabura Pos di kantor KPU Manokwari, akhir pekan lalu.
Perekrutan dan penyebaran pantarlih paling banyak di Distrik Manokwari Barat sebanyak 326 orang, Distrik Manokwari Selatan (Mansel) sebanyak 80an lebih.
“Pantarlih sudah direkrut dan sesuai tahapan dari pusat pelantikannya di hari Minggu (12/2 red). Kita kerja juga sesuai kalender KPU, namun kita kerja tetap atur waktu pulang ibadah. Selesai pelantikan langsung bimtek,” jelasnya.
Dalam pemutahiran data pemilih, KPU Manokwari berpatokan mulai dari daftar pemutakhiran berkelanjutan dan Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilihan (DP4) yang diturunkan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui KPU RI dengan jumlah sekitar 139.770 pemilih di Manokwari.
“Artinya itu kita jadikan dasar pemetaan TPS. Namun, dalam perkembangannya pastinya akan ada perubahan, karena namanya data bersifat fulkluatif, bisa jadi ada yang kerjan di luar, pindah domisili dan lainnya,” ungkapnya.
Firli menambahkan, sebelumnya KPU Manokwari sudah melantik panitia pemilihan distrik (PPD) dari 9 distrik se-Manokwari. Dimana, satu PPD terdiri sebanyak 5 orang. Begitu juga dengan panitia pemilihan suara (PPS). [SDR-R4]




















