Manokwari, TABURAPOS.CO – Kodam XVIII Kasuari berkomitmen dan menyatakan keseriusannya membantu pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional dan optimis akan keberhasilan ekonomi Indonesia yang maju dan kuat.
Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema menjelaskan, saat ini pemerintah berupaya menata kembali perekonomian negara akibat dampak pandemi Covid-19.
Untuk itu, kata dia, dibutuhkan kerja sama dari semua komponen bangsa, termasuk Kodam XVIII Kasuari sesuai perintah Presiden, Joko Widodo dalam mewujudkan pembangunan nasional menuju masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.
Ia menegaskan, selama setahun terakhir, Kodam XVIII Kasuari sudah bekerja keras melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan negara.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja seluruh prajurit dan PNS Kodam XVIII Kasuari yang berkomitmen dalam menyukseskan rangkaian tugas di Tahun Anggaran 2022, sehingga bisa terlaksana dengan tertib aman dan lancar,” kata dia dalam rapat pimpinan Kodam XVIII 2023 di Aula Kodam XVIII Kasuari, Manokwari, Senin (27/2).
Diungkapkan Lema, Rapim ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas selama 2022 dan tindak lanjut dari Rapim TNI dan TNI-AD, sekaligus proyeksi kebijakan strategis pimpinan Kodam XVIII Kasuari serta penyampaian garis besar program dan anggaran 2023.

Dia berharap pemda bisa menangkap apa yang dilakukan TNI melalui program seperti TMMD, karya bhakti, dan program kemanusiaan lain yang sejatinya membantu mengatasi kesulitan masyarakat secara umum dan lebih dari pada itu, membantu kesulitan jangkauan pembangunan agar sampai ke masyarakat.
Sementara Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Daniel T.M. Silitonga menuturkan, sinregitas TNI dan Polri merupakan identitas yang menjadi darah daging, bukan sebatas tagline yang diangkat seiring waktu.
Dikatakannya, sinergitas TNI dan Polri tidak memiliki mentalitas prajurit yang mau dibeli atau dibayar dengan uang yang merupakan faktor fungsional dari jatuhnya TNI maupun Polri.
“Saya tekankan, yang paling berharga dari sinergitas kita adalah kebersamaan,” tukasnya Silitonga. [AND-R1]




















