Manokwari, TABURAPOS.CO – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Papua Barat menyerahkan penghargaan kepada 2 Kapolresta dan 3 Kapolres di jajaran Polda Papua Barat.
Penghargaan yang diberikan atas pelayanan publik yang dinilai oleh ORI Perwakilan Papua Barat selama tahun 2022.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala ORI Papua Barat, Musa Yosep Sombuk didampingi oleh Irwasda Polda Papua Barat Kombes Pol, Goldhelp Mansnembra di lapangan Apel Mapolda Papua Barat, Jl Trikora Maripi Manokwari, Senin (27/02).
Penghargaan yang diberikan kepada Polresta Manokwari dengan kategori A opini kualitas tertinggi zona hijau dengan nilai 97,13, kemudian Polresta Sorong Kota dengan nilai 90,54, sedangkan tiga polres lainnya yaitu, Polres Fakfak dengan nilai 93,17, Polres Teluk Bintuni 93,16 dan Polres Teluk Wondama 85,93.
Berdasarkan penilaian ORI Papua Barat terdapat 5 Polres yang berada pada zona kuning masing-masing Polres Raja Ampat dengan nilai 77,08, Polres Sorong 75,41, Polres Kaimana 69,70, Polres Sorong Selatan 69,51 dan Polres Manokwari Selatan 63,71.
Sementara 3 Polres yang berada pada zona merah yaitu Polres Tambrauw, Polres Maybrat dan Polres Pegunungan Arfak.
Pada kesempatan itu, Irwasda Polda Papua Barat, Kombes Pol Goldhelp Mansnembra mengapresiasi penilaian yang diberikan ORI Papua Barat terhadap institusi Polri khususnya Polda Papua Barat.
Menurutnya, penilaian yang dilakukan oleh ORI Papua Barat pada tahun 2022 itu akan menjadi bahan evaluasi bagi Polda Papua Barat dan seluruh Polresta dan Polres jajaran dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita polisi tidak bisa menilai diri kita sendiri selalu ada orang lain yang menilai. Terima kasih kepada Ombudsman atas penilaian ini, mereka menilai sekaligus menyampaikan apa yang menjadi kekurangan dari kita,” ucap Irwasda.
Irwasda berharap 5 Polres yang dinilai masih dalam zona kuning dan 3 Polres yang dalam penilaian zona merah dapat meningkatkan kinerja lebih baik lagi khususnya dalam bidang pelayanan kepada masyarakat agar penilaian ORI Papua Barat di tahun 2023 dapat meningkat .
“Khususnya 3 Polres yang baru dimekarkan masih dalam serba kekurangan, baik personil, gedung maupun SDM akan menghambat pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Kepala ORI Perwakilan Provinsi Papua Barat, Musa Yosep Sambuk mengatakan, penilaian yang dilakukan oleh ORI Papua Barat dengan tiga produk yakni, pelayanan pembuatan SIM, SKCK dan SPKT.
Menurutnya, pada tahun 2023 akan sedikit rumit dari tahun sebelumnya namun lebih banyak ke proses input dan output dari tiga produk pelayanan SKCK, SPKT dan SIM pada 2 Polresta dan 3 Polres.
“Polresta Manokwari dan Sorong Kota karena ada korelasi antara tingkat Polresta dan Polres dalam pelayanan, ketika tipiloginya naik maka pelayananya meningkat, diharapkan menjadi motor penggerak bagi Polres yang lain,” harapnya. [*AND-R3]




















