Manokwari, TABURAPOS.CO – Selama empat bulan terakhir, Puskesmas Tanah Rubuh Distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Manokwari, mencatat penyakit dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapas Akut (ISPA), mendominasi pelayanan.
Kepala Puskesmas Tanah Rubuh, Mikael Ossok, menyebutkan pasien dengan keluhan ISPA mendominasi pelayanan dengan rata-rata setiap bulannya mencapai 200-an pasien yang berasal dari masyarakat setempat.
Jumlah tersebut menurut Ossok, meningkat sebelum adanya dokter umum di Puskesmas Tanah Rubuh atau tepatnya satu tahun lalu. “Penyakit yang paling dominan di 2023 ini adalah ISPA. Dari catatan setiap bulan bisa 200-an pasien, setiap hari rata-rata 18 sampai 20 orang, meningkat setelah ada dokter,” sebut Ossok kepada Tabura Pos, disela-sela menghadiri Musrenbang Distrik Tanah Rubuh dan Distrik Manokwari Selatan, di halaman Kantor Distrik Mansel, Jumat (28/4).
Menurutnya, ISPA disebabkan oleh virus dan kemungkinan besar dipengaruhi dari kondisi budaya dan pola hidup masyarakat di sana.
Dikatakannya, upaya untuk menurunkan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Tanah Rubuh sudah dilakukan melalui edukasi dan penyuluhan. Namun, belum bisa secara menyeluruh berhasil karena berkaitan dengan kondisi budaya masyarakat.

“Kita sudah berusaha melakukan edukasi, penyuluhan, tapi kita tidak bisa memaksakan kondisi budaya masyarakat,” ungkapnya.
Dari segi ketersediaan obat, Mikael Ossok menilai, semuanya sudah tersedia, termasuk obat untuk ISPA. “Obat tersedia, kalaupun ada yang kurang saya rasa tidak terlalu, karena kita tinggal sampaikan ke kabupaten,” jelasnya.
Mikael Ossok mengungkapkan, apabila kondisi pelayanan di puskesmas sudah cukup lengkap, dengan jumlah tenaga dokter dua orang, yakni dokter umum dan dokter gigi, dan dibantu dengan 21 tenaga medis.
“Selama setahun tidak ada dokter pelayanan tetap jalan, dan tahun ini sudah ada dua dokter, satu dokter umum dan satu dokter gigi, jadi dengan adanya dokter lagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat semakin bagus,” pungkasnya. [SDR-R3]




















