Manokwari, TABURAPOS.CO – Pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Manokwari memberikan penguatan spiritual bagi peserta didik kelas 9 yang akan menghadapi ujian akhir sekolah atau penilaian akhir sekolah tahun 2023, melalui doa bersama.
Doa bersama dilaksanakan, Sabtu (29/4) di SMPN 2 Manokwari, dimana siswa-siswi beragama Muslim dan Kristen doa bersama secara terpisah. Untuk siswa yang beragama Islam dipimpin oleh Ustad Jamil Manilet, sementara yang beragama Kristen dipimpin Pdt Sherly Parinussa.
Kepala SMPN 2 Manokwari, Margriet Pondajar mengatakan, kegiatan doa bersama diselenggarakan untuk lebih menanamkan keimanan dan ketaqwaan setiap anak kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Alasan kita mengadakan doa bersama untuk mensyukuri kasih sayang Tuhan sepanjang kurang lebih 3 tahun anak-anak boleh studi di SMP Negeri 2 Manokwari dan hari puji Tuhan, Alhamdulilah mereka boleh mempersiapkan diri untuk ujian sekolah berbasis komputer,” terang Pondajar kepada Tabura Pos di SMPN 2 Manokwari, Sabtu (29/4).
Dirinya menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer (USBK) tahun 2023 mulai dilaksanakan, Selasa (2/5) hari ini, dengan jumlah peserta sebanyak 308.
Pondajar menerangkan, USBK dikelola sendiri oleh pihak sekolah, dengan cara memasukan soal ke dalam komputer, hanya saja, soal yang dimasukan adalah soal-soal yang dibuat oleh musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) se Manokwari.
“Soalnya 6 mata pelajaran dibuat oleh MGMP se Kabupaten Manokwari dan 4 mapel MGMP sekolah, meskipun di kelola sekolah tetapi tetap pakai aturan dan durasi yang sudah ditentukan,” jelas Pondajar lebih lanjut.
Pondajar menyebutkan, pihak SMPN 2 Manokwari menyediakan 4 ruangan untuk pelaksanaan USBK yang akan berlangsung mulai 2–8 Mei 2023, dengan mekanisme persesi.

“Untuk persiapan, guru-guru kami disamping memberikan pelajaran, mereka juga driil soal-soal latihan kepada anak-anak kelas 9 sebagai persiapan menghadapi USBK. Kalau untuk pengayaan tidak lagi, karena bukan ujian nasional, tetapi ujian sekolah jadi sekiranya soal-soal yang diprediksi muncul itu yang diberikan,” bebernya.
Kepala SMPN 2 Manokwari ini berharap, melalui doa bersama, anak-anak dapat memiliki karakter dan ketergantungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karena, sambung Pondajar, terlepas dari apapun yang anak-anak punya mulai dari kebaikan, kehebatan, dan luar biasa, tetapi sesungguhnya ada Tuhan yang mengatur semua kehidupan.
“Kita wajib berterima kasih kepada Tuhan karena tiga tahun perjalanan yang cukup panjang untuk anak-anak dan hari ini puji Tuhan semua utuh, aman mulai masuk sampai sekarang, meskipun ada 310 tapi duanya pindah ikut orang tua pindah tugas. Harapannya, Tuhan sayang mereka semua sehat dulu, kalau sehat pasti semua lulus, karena anak-anak saya luar biasa semuanya,” tukasnya.
Meski aka nada pelaksanaan USBK, aktivitas belajar mengajar kelas 7 dan 8 tetap belajar seperti biasa, karena ruang untuk ujian jauh dari kelas reguler. [SDR-R3]




















