Manokwari, TABURAPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, mencatat pereknomian Papua Barat tumbuh 3,13 persen secara tahunan pada triwulan I tahun 2023.
Plt Kepala BPS Papua Barat, Johanis Lekatompessy mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Papua Barat menandakan adanya penguatan atau perbaikan kinerja perekonomian dibandingkan triwulan 1 tahun 2022 yang kontraksi 1,01 persen.
Lekatompessy menjabarkan, produk domestik regional bruta (PDRB) yang menopang pertumbuhan perekonomian di Papua Barat, yaitu pertumbuhan industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, serta jasa lainnya, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan.
Kemudian, pengadaan air, informasi dan komunikasi, pengadaan listrik dan gas, jasa perusahaan, administrasi pemerintahan, dan lapangan usaha lainnya.
“Hanya dua lapangan usaha yang terkontraksi yaitu, konstruksi dan pertanian,” jelas Lekatompessy saat memaparkan rilis kondisi pertumbuhan perekonomian Februari 2023, di Aula BPS Papua Barat, Jumat (5/5).
Menurut Lekatompessy, ada tiga lapangan usaha yang berkontribusi besar terhadap pembentukan PDRB Papua Barat, yaitu industry pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta konstruksi.
“Namun, selama triwulan I tahun 2023, kinerja lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi karena proyek Train 3 LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni selesai. Namun, industry pengolahan tumbuh positif yang ditpang produksi LNG Tangguh dan berdampak pada kinerja pertambangan penggalian yang tumbuh karena produksi minyak dan gas meningkat,” bebernya.

Lekatompessy menambahkan, sedangkan untuk PDRB menurut komponen pengeluaran ditopang oleh pertumbuhan ekspor barang karena permintaan luar negeri atas komoditas migas produksi meningkat signifikan.
Menurutnya, ekspor barang jasa merupakan sumber pertumbuhan tertinggi menurut komponen pengeluaran yang memperngaruhi total ekspor Papua Barat pada triwulan I tahun 2023.
Sementara, konsumsi pemerintah baik APBN maupun APBD juga menjadi salah satu pertumbuhan perekonomian pascapandemi Covid-19, meskipun tumbuh 3,67 persen, sama halnya dengan konsumsi rumah tangga yang tumbuh 2,69 persen. [SDR-R3]




















