Manokwari, TABURAPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, mencatat pada Mei Mei 2023 terjadi inflasi bulanan (m-to-m) gabungan 2 kota indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Papua Barat, sebesar 0,56%.
Plt Kepala BPS Papua Barat, Johannis Lekatompessy mengatakan, inflasi yang terjadi pada Mei bulan lalu tersebut, lebih tinggi dari pada inflasi bulanan April 2023 sebesar 0,30%.
“Demikian juga, tingkat inflasi bulanan Mei 2023 ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, pada Mei 2022 terjadi inflasi sebesar 0,81%. Di Manokwari terjadi inflasi sebesar 0,45% dan Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 0,59%,” kata Johannis saat memaparkan inflasi di Aula BPS Papua Barat, Senin (5/6).
Lanjutnya, secara tahunan (yoy), inflasi Mei 2023 gabungan 2 kota IHK di Provinsi Papua Barat mencapai 3,99%, lebih rendah dibanding inflasi tahunan April 2023 yang sebesar 4,25%, dan lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Mei 2022 sebesar 3,56%. Inflasi tahunan di Manokwari sebesar 3,95% dan di Kota Sorong sebesar 4,00%.
Johannis menyebutkan, penyumbang utama inflasi bulanan di Manokwari, adalah komoditas Ikan Oci, Tomat, Ikan Mumar, Telur Ayam Ras dan Cabai Rawit, dengan andil masing-masing sebesar 0,4000%; 0,1297%; 0,0835%; 0,0456% dan 0,0446%.
Demikian juga penyumbang utama inflasi bulanan di Kota Sorong, adalah komoditas Bawang Merah, Ikan Kembung, Ikan Cakalang, Sawi Hijau dan Ikan Mumar dengan andil masing-masing sebesar 0,2233%; 0,1266%; 0,0936%; 0,0747% dan 0,0719%.
Sementara, penyumbang utama inflasi tahunan di Manokwari adalah komoditas Bensin, Angkutan Udara, Rokok Kretek Filter, Ikan Oci dan Daging Babi, dengan andil masing-masing sebesar 0,5021%; 0,5001%; 0,4648%; 0,3574%; dan 0,2168%.
Demikian juga penyumbang utama inflasi tahunan di Kota Sorong adalah komoditas Bensin, Angkutan dalam Kota, Angkutan Udara, Rokok Kretek Filter dan Beras dengan andil masing-masing sebesar 0,6564%; 0,4422%; 0,3734%; 0,3376%; dan 0,2019%.
“Meskipun inflasi atau kenaikan harga terjadi di Manokwari, tetapi masih di batas kewajaran, karena naiknya hanya satu digit,” ujarnya menambahkan kepada wartawan saat ditemui usai pemeparan.
Johannis menerangkan, inflasi terjadi karena stok barang yang dicari masyarakat terbatas di pasaran. Oleh sebab itu, dirinya menyarankan agar pemerintah lebih sering melakukan operasi pasar khusus barang yang paling banyak dibutuhkan masyarakat. [SDR-R4]




















