Manokwari, TABURAPOS.CO – Kabupaten Manokwari sedang dalam tahap menuju menjadi Kota Cerdas di Papua Barat. Kota Cerdas ini nantinya akan didukung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Manokwari.
Untuk mewujudkannya, saat ini Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Manokwari sedang mempersiapkan SDM disetiap OPD di lingkup Pemkab Manokwari, dengan menggandakan bimbingan teknis bagi sekretaris dan kasubag program.
“Bimtek ini tindak lanjut dari keberhasilan Kabupaten Manokwari sebagai kota cerdas se Indonesia, dimana tahun lalu Pemkab Manokwari sudah menandatangani MoU dengan Kemenkominfo sebagai kota cerdas,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Manokwari, Bondan Santoso, kepada wartawan di Aula Kemenag Manokwari, Senin (7/8).
Bondan mengungkapkan, bimtek ini bertujuan agar seluruh OPD di Manokwari bisa mengimplementasikan program-program kota cerdas.
Diharapkan, dengan predikat kota cerdas, maka inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan OPD untuk melayani masyarakat harus lebih cepat, lebih baik dan lebih terarah.
“Bimtek ini, OPD-OPD diajak untuk membuat rencana atau masterplan di bidang pelayanan masyarakat. Setelah membuat materplan, OPD akan ditingkatkan lagi kemampua melalui bimtek lanjutan. Bertahap, mereka terus ditingkatkan sampai akhirnya tercapai standar pelayanan publik kota cerdas sesuai patokan dari Kemenkominfo,” terang Bondan.
Dia menambahkan, Manokwari ditetapkan sebagai kota cerdas, maka seluruh pelayanan pemerintah ke depannya akan berbentuk digital. Hanya saja, untuk saat ini belum terpaku pada digitalisasi program.
“Jadi digitalisasi target kita masukan dalam rencana pembangunan dalam jangka menengah 5 tahun. Secara infrastruktur, Kabupaten Manokwari sangat siap menuju kota cerdas, karena saat ini 80 persen OPD hingga ke pemerintahan distrik dan kampung sudah terkoneksi dengan internet. Begitu pula dengan sekolah-sekolah dan fasilitas publik lainnya,” pungkasnya.
Bondan menambahkan, tantangan ke depan adalah masing-masing OPD memiliki tenaga IT yang handal dengan harapan inovasi maupun program dan layanan publik dapat terpapar jelas dan dapat diakses secara digital oleh masyarakat. [SDR-R3]




















