Manokwari,TABURAPOS.CO – Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Irene Manibuy mengatakan, BP3OKP berkiblat pada sinkronisasi, harmonisasi, koordinasi, dan evaluasi, mula tingkat pusat sampai daerah.
Untuk program yang dijalankan, kata dia, lebih mengarah, bagaimana percepatan pembangunan khusus bagi kesejahteraan orang asli Papua.
Dijelaskannya, BP3OKP dilantik pada Mei 2023 dan berkantor di Gedung Keuangan, diketuai Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan beranggotakan 6 orang dari masing-masing provinsi.
Ia menerangkan, sesuai amanat UU No. 2 Tahun 2021, Pasal 68 a, pembentukan BP3OKP dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 106 dan PP No. 107 hingga Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP), sudah ada.
“Saat ini menunggu rencana aksi di lapangan per lima tahun. Capaian target percepatan pembangunan untuk kesejahteraan orang asli Papua, itu akan dinilai setiap lima tahun sampai 2041,” ungkap Irene Manibuy kepada para wartawan di Auditorium PKK Provinsi Papua Barat, Arfai, Manokwari, belum lama ini.
Terkait pendataan terhadap orang asli Papua, ia mengaku setuju dengan tujuan supaya program percepatan pembangunan terhadap orang asli Papua tepat sasaran.
Untuk itu, melalui kolaborasi antara BP3OKP, Fraksi Otsus di DPR dan Biro Otsus di Pemprov Papua Barat, betul-betul bisa mendapatkan data orang asli Papua.
“Kita memproteksi, kita harus melaksanakan fungsi-fungsi empat tadi, sinkronisasi, harmonisasi, koordinasi, dan evaluasi untuk OAP. Jadi, kami kerja harus by data untuk mencapai target per lima tahun sampai 2041. Itu target, OAP harus sejahtera,” kata dia.
Kesejahteraan itu, mulai dari sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat, dan infrastruktur dasar.
“Itu target kami. Jadi, dalam hal ini, koordinasi kami dengan provinsi harus bagus, karena nanti musrenbang, baik dari desa, Otsus naik sampai musrenbang pusat, itu dalam penyusunan program terakhir, harus berkoordinasi. Jadi, Bappenas koordinasi dengan BP3OKP, apakah program ini cocok dengan rakyat? Jadi kita harus koordinasi,” katanya. [AND-R1]