• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home MANOKWARI

Selama 2023, 60 Kasus DBD Terdeteksi, 2 Orang Meninggal Dunia

TaburaPos by TaburaPos
21/11/2023
in MANOKWARI
0
Diskominfosantik Tunggu Nama Calon Anggota KIP Hasil Fit and Proper Test

Petugas dari Dinkes Manokwari dan Puskesmas Sowi saat melakukan fogging pada lingkungan Perum Sogun Permai I yang terdapat korban DBD, Kamis (16/11). TP/SDR

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TABURAPOS.CO – Jumlah kasus demam berdarah (DBD) di Manokwari selama tahun 2023, dikatakan bertambah banyak.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Manokwari, Rahimi mengatakan, dalam kurun waktu bulan Januari – November 2023, sudah terdeteksi sebanyak 60-an kasus DBD.

“Kasus kita ini sebenarnya sudah sangat meningkat. tahun ini sudah 60-an. Jangan sampai di atas 60,” ujar Rahimi kepada Tabura Pos via telepon menanggapi temuan kasus di Perumahan Sowi Gunung, akhir pekan kemarin.

Rahimi menyebutkan, bahkan 2 korban DBD dari 60-an kasus yang terdeteksi tersebut meninggal dunia, terdiri dari satu anak-anak dan satu orang dewasa.

Dijelaskannya, saat menerima informasi adanya kasus pasien yang terkena DBD, meskipun juga ada mengidap penyakit yang lain, pihaknya tetap fokus pada DBD.

“Sebanyak 60-an kasus ini campur ada kategori anak-anak dan orang dewasa. Bahkan ada dua yang meninggal, satu anak-anak dan satunya orang dewasa yang punya penyakit komplikasi paru,” sebut Rahimi.

Menurutnya, semakin banyaknya kasus DBD di Manokwari disebabkan oleh beberapa faktor, seperti semakin bertambahnya penduduk di Manokwari, semakin bertumbuhnya perumahan, kurangnya menjaga kebersihan lingkungan dan cuaca.

“Selain faktor cuaca, orang-orang di Manokwari juga tambah banyak, perumahan juga banyak yang kosong yang penampungan airnya tidak pernah dikuras,” terangnya.

Kepala Seksi P2PM ini mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Tandon atau bak yang berisikan air baik di dalam rumah maupun di luar rumah wajib dikuras setiap 7 hari sekali.

Rahimi menerangkan, DBD merupakan penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk, namun berbeda malaria. Nyamuk malaria berada di genangan air yang bersentuhan dengan tanah. Sedangkan, nyamuk DBD tidak atau yang berada di sebuah tandon atau tempat yang tidak bersentuhan dengan tanah.

Selain itu, ungkap Rahimi, penyebarannya pun juga berbeda. Nyamuk malaria bisa menyebarkan virus ke orang lain, karena telah lebih dulu menggigit orang yang terkena malaria. Sedangkan nyamuk DBD masih jentik pun sudah ada virusnya.

“Saya harap masyarakat bisa bersih-bersih. Jangan sampai ada genangan-genangan air di sekitar rumah. Di dalam rumah harus dikuras satu minggu sekali. Peran masyarakat sangat penting,” pungkasnya.

Ia menambahkan, tindakan lanjutan yang dilakukan pihaknya bila menerima laporan adanya temuan kasus DBD di suatu wilayah dengan langsung melakukan penyemprotan atau radius di wilayah tersebut.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Abate langsung saja ke puskesmas terdekat di wilayahnya,” tandas Rahimi. [SDR-R3]

Previous Post

Polresta Manokwari Belum Menerima Informasi Kunjungan Ganjar Pranowo

Next Post

Muljadi Djaya Menilai Pers Sekarang Kurang Kritis Menjawab Persoalan di Masyarakat

Next Post
Muljadi Djaya Menilai Pers Sekarang Kurang Kritis Menjawab Persoalan di Masyarakat

Muljadi Djaya Menilai Pers Sekarang Kurang Kritis Menjawab Persoalan di Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!