Manokwari, TP – Pastikan kemenangan di perhelatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat pada 27 November 2024 nanti, sejumlah kepala suku, paguyuban Nusantara, organisasi pemuda, organisasi perempuan dan tim relawan sepakat membentuk Koalisi Organisasi Masyarakat (Ormas) Papua Barat pemenangan pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani (Doamu) Jilid II.
Hal ini sejalan dengan harapan bakal calon Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang mengajak seluruh elemen masyarakat Papua Barat merapatkan barisan dan turut mengawal kemenangan pasangan Doamu bersama-sama koalisi partai politik pengusung.
Sesuai petunjuk Dominggus Mandacan dan atas persetujuan dari seluruh peserta rapat yang dilaksanakan di Gedung STIH Manokwari, Sanggeng, Sabtu (24/ 8) malam, Filef Wamafma dipercayakan sebagai Ketua koalisi, Sekretaris Ishak Mandowen dan Bendahara Deby Debora Pangemanan.
Tokoh masyarakat Byak di Manokwari, Petrus Makbon yang memimpin jalannya rapat mengungkap, pembentukan koalisi ini sesuai arahan Dominggus Mandacan agar ada tim pengendali yang merangkul seluruh organisasi masyarakat sehingga terbangun komunikasi dua arah antara seluruh ormas dengan pasangan Doamu, terkhusus pelibatan seluruh elemen masyarakat saat pendaftaran pasangan Doamu pada Rabu (28/8).
“Koaliasi ini dibentuk bukan membatasi agenda kegiatan ormas dengan bapak Dominggus Mandacan. Namun ruang lingkupnya adalah merencanakan, implementasikan kemenangan Dominggus seperti, mobilisasi massa dan mengawal suara dari luar TPS dan lainnya. Di sisi lain, program dan agenda ormas juga disampaikan melalui koalisi ini,” terang Makbon.
Sementara Filep menyampaikan, dalam perkembangan Papua Barat termasuk dalam konteks politik terlihat adem-adem saja, namun berpolitik itu tidak sederhana, dibutuhkan kerja relawan yang banyak, pelibatan elemen masyarakat dan menggerakkan mesin partai politik secara masif.
“Oleh karena itu, kita yang hadir di tempat ini memiliki ikhtiar dan kesepahaman bersama untuk memenangkan bapak Dominggus Mandacan. Saya pribadi berpendapat ada lawan di pilgub nanti supaya demokrasi Papua Barat ini hidup, bukan melawan kotak kosong,” ujar Filep.
Sesuai informasi terakhir, lanjut Filep, pasangan Dominggus Mandacan telah mendapat persetujuan dari PDI Perjuangan dan masih menunggu persetujuan dari tiga partai politik yang belum mengeluarkan B1-KWK.
“Intinya koalisi mempersatukan kita sehingga terbangun komunikasi yang baik dengan pasangan Doamu. Jadi koalisi ini semacam ex officio di luar partai politik,” terang Filep seraya menambahkan akan segera melaporkan hasil rapat tersebut kepada Dominggus Mandacan.
Ishak Mandowen menambahkan, pasangan Doamu telah mengambil formulir pendaftaran dari KPU Papua Barat. Dalam prosesnya, lanjut Ishak, syarat dan persyaratan yang di upload ke Silon KPU oleh pasangan Doamu telah mencapai 80 persen.
“Tinggal beberapa item lagi sudah lengkap, maka dapat kita pastikan saat pendaftaran tanggal 28 Agustus 2024 nanti tidak ada lagi syarat dan persyaratan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari pasangan Doamu yang kurang. KPU Papua Barat tinggal verifikasi,” pungkas Ishak Mandowen. [K&K-R3]




















