Manokwari, TP – Lembaga Jaringan Advokasi dan Kebijakan Anggaran (Jangkar) Papua Barat, akan membentuk relawan pemantau pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024.
Direktur Jangkar Papua Barat, Metuzalak Awom mengatakan, secara resmi pihaknya akan membuka pegumuman perekrutan anggota relawan pemantau pilkada pada minggu ini.
Perekrutan relawan pemantau pilkada, kata Awom, akan berlangsung selain di Kantor Jangkar Papua Barat yang beralamat di Swapen, Manokwari, tetapi juga disetiap distrik dan kampung di wilayah Papua Barat.
“Pegunungan perekrutan diumumkan secara terbuka di Minggu ini. Perekrutannya akan berjalan ditingkat distrik dan kampung masing-masing. Tapi bisa langsur datang ke kantor kami di Kantor Jangkar Papua Barat,” kata Awom kepada Tabura Pos melalui sambungan teleponnya, semalam.
Disinggung terkait tujuan pembentukan relawan pemantau pilkada, Awom menjelaskan, pembentukan relawan pemantau pilkada, dikarenakan ketidak adanya transparansi dalam tahapan pilkada selama ini terutama ditingkat kabupaten.
Disamping itu, sambung Awom, pihaknya mendukung, para penyelenggara pilkada terutama tingkat kabupaten telah berpihak terhadap oknum-oknum tertentu.
“Dari pengamatan kami selama ini terhadap dinamika politik di Papua Barat, sangatlah berpotensi terjadi money politik,” ungkapnya.
Sehingga, lanjut dia, sebagai lembaga pengawas kebijakan pemerintahan memiliki kewajiban dan merasa terpanggilan untuk ikut berperan aktif mengawasi proses demokrasi di Papua Barat.
Untuk itu, kata Awom, pihaknya secara resmi membuka kesempatan bagi setiap masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi untuk mendaftarkan diri sebagai relawan pemantau pilkada.
“Persyaratannya, cukup orangnya independen dan tidak terpengaruh dengan situasi apa pun dan memiliki kepedulian terhadap demorkasi dan pembangunan di Papua Barat,” tandas Awom. [FSM-R4]




















