Sugiyanto: KPT Harus Komitmen Tak Ada Pungutan
Manokwari, TP – Pengadilan Tinggi (PT) Papua Barat gelar peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor PT Papua Barat yang beralamat di kompleks Arfai Perkantoran, tepatnya disamping Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Senin (28/10/2024).
Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Sugiyanto, MH mengatakan, MA sebagai lembaga peradilan tertinggi memiliki peran penting dalam penegakan hukum dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).
Dikatakan Sugiyanto, untuk memastikan akses tersebut bagi seluruh masyarakat, maka MA memastikan ketersediaan sarana dan prasaran dan memadai bagi para pencari keadilan.
Komitmen dan semangat pembaharuan peradilan diwujudkan antara lain dengan memenuhi sarana dan prasaran yang berperan penting dalam penegakan hukum.
Pembangunan gedung pengadilan adalah bentuk dedikasi dan dukungan dari MA untuk mencapai visi dan misi MA. Sebagai wujud menandai tanda baru bagi PT Papua Barat dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat pencari keadilan.
“Peletakan batu pertama menandakan bahwa, kita telah membangun fondasi yang kuat, bukan hanya secara fisik tetapi juga sebagai institusi,” kata Sugiyanto dalam sambutannya saat peletakan batu pertama pembangunan kantor PT Papua Barat, kemarin.
Menurutnya, dengan adanya gedung yang representatif dan modern diharapkan pelayanan hukum dapat diberikan dengan baik, tepat dan transparan bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan.
PT Papua Barat, sambung dia, dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2021 tentang pembentukan PT Papua Barat, PT Kepulauan Riau, PT Sulawesi Barat dan PT Kalimatan Utama.
“Gubernur Papua Barat, mewakili pimpinan MA dan jajaran MA ucapan terima kasih atas dukungan, apresiasi. Sehingga PT Papua Barat dapat menjalankan tugas dan kewajibannya untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Papua Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Sugiyanto, pembangunan gedung PT Papua Barat dilaksanakan secara multi year dengan tahapan anggaran yakni tahapan pertama sebesar Rp13,335 miliar lebih di tahun 2024.
Sedangkan, untuk anggaran di tahapan kedua atau tahun anggaran 2025 sebesar Rp36,241 miliar lebih. Sehingga total biaya pembangunan mencapai Rp49,577 miliar lebih.
Hari ini (kemarin), sambung dia, akan dilaksanakan peletakan batu pertama, tidak kalah penting faktor yang harus diperhatian Kepala PT Papua Barat yakni, faktor internal.
“Apabila semuanya berkomitmen agar gedung ini berkualitas, maka harus ada komitmen bahwa, tidak ada sedikitpun pungutan, permintaan, free dan sebagainya dari pihak internal sendiri, agar gedung ini selesai tepat waktu dan berkualitas,” tandas Sugiyanto.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere mengatakan, pembangunan gedung kantor PT Papua Barat di kota Manokwari merupakan suatu kebutuhan yang harus diwujudkan keberadaannya.
“Kami semua, pemerintah dan masyarakat di Papua Barat menyambut baik pembangunan kantor PT Papua Barat yang representatif. Ini bukan kebetulan tetap bertepatan juga dengan hari sumpah pemuda yang ke-96 tahun 2024,” singkat Temongmere dalam sambutannya, kemarin.
Dikatakan Temongmere, pihaknya memiliki komitmen yang sama untuk mendorong pembangunan gedung-gedung kantor pemerintahan, sehingga di provinsi ini benar-benar lengkap dengan fasilitas dan lembaga-lembaganya.
“Karena ini merupakan pembangunan multy year mudah-mudah pembangunan gedung kantor PT Papua Barat dapat diselesaikan tepat waktu,” tandas Temongmere. [FSM-R5]




















