Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengirimkan surat secara resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka mendorong peningkatan status Perusahan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Fakfak.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Barat, Sammy DJ Saiba membenarkan, Pemprov Papua Barat tengah membangun komunikasi dalam rangka peningkatan status PLN Fakfak menjadi cabang sekaligus meningkatkan daya listrik di Kabupaten Fakfak.
Dikatakan Saiba, peningkatan status PLN Fakfak dalam rangka mendukung investasi yang akan masuk di wilayah Selatan Papua Barat, salah satunya untuk mendukung operasional dari Pabrik Pupuk Fakfak.
“Selain peningkatan status PLN Fakfak, dalam surat tersebut termuat permohonan pembangunan kantor cabang PLN di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel),” terang Saiba kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, pekan lalu.
Saat ini, lanjut Saiba, pihaknya tengah membangun komunikasi bersama pihak PLN dalam rangka percepatan perubahan status PLN Cabang Fakfak dan pembangunan kantor PLN di Mansel.
Menurutnya, kapasitas daya listrik di Fakfak, jika masih bersifat lokal mungkin, daya listriknya tidak akan mampu untuk mendukung kebutuhan suplay listrik untuk operasional dari Pabrik Pupuk Fakfak.
“Inilah yang kita lagi berupaya untuk menaikan status PLN Fakfak menjadi cabang, sehingga kapasitas dari daya listrik dapat mendukung investasi di daerah Fakfak,” ujar Saiba.
Pada kesempatan itu, Saiba mengutarakan bahwa, saat ini dalam visi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto berfokus pada ketahanan energi dan ketahanan pangan.
Untuk itu, kata Saiba, dua program nasional ini kiranya dapat menjadi visi besar dari pemerintah provinsi Papua Barat. Sebab, saat ini Papua Barat lagi menuju pada tahun 2041 yakni Papua emas dan tahun 2045 Indonesia emas.
Untuk itu, dirinya berharap, dengan program Indonesia terang ini, layanan energi listrik bagi masyarakat di Papua Barat dapat mencapai 70 hingga 80 persen, itu artinya Papua Barat juga harus terang.
“Artinya, terang dari sisi Infrastruktur kelistrikan tetapi juga terang dari segala sisi, baik sumber daya manusia Papua dan lainnya. Karena, tanpa listrik anak-anak kita di pedalaman tidak dapat belajar secara maksimal, sebab saat ini merupakan era teknologi,” harap Saiba.
Dirinya berharap, semua potensi sumber tenaga listrik baik yang disuplay dari PLN maupun sumber-sumber energi baru dan terbarukan dapat termanfaatkan dengan baik di wilayah Papua Barat.
“Kita dari Dinas ESDM akan melihat sumber atau potensi-potensi energi yang dapat dimanfaatkan di Papua Barat. Sebab, kita punya sumber air, angin, panas yang mungkin saja dapat dikelola sebagai energi baru dan terbarukan,” tandas Saiba. [FSM-R5]




















