Manokwari, TP – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, masih terus melakukan pencarian terhadap Fajar yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Sidey, Kabupaten Manokwari.
Kepala Kantor Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin menerangkan pencarian terhadap korban Fajar telah masuk hari ke lima pada Minggu, 5 Januari 2025, setelah dilaporkan hilang pada Rabu 1 Januari 2025.
“Operasi SAR di Sidey tetap kami lanjutkan. Perkembangannya sudah masuk hari kelima sampai hari ini Minggu 5 Januari 2025. Hasilnya masih nihil,” jelas Yefri saat dihubungi Tabura Pos via telepon, Minggu (5/1/2025).
Diterangkan, pencarian dan pertolongan terhadap remaja berumur 17 tahun tersebut akan terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dan potensi SAR sampai dua hari ke depan.
“Operasi pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan sampai dengan hari ketujuh dan akan dilanjutkan besok (hari ini red),” jelasnya.
Yefri mengungkapkan, selama lima hari operasi, tim SAR Manokwari yang berjumlah 7 orang dibantu potensi SAR teroganisir seperti Koramil, Polsek, dan keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin dengan dukungan peralatan yang ada.
Sambung Yefri, bahkan jumlah peralatan operasi yang digunakan sudah ditambah dengan menggunakan drone dan alat pendeteksi di bawah air (Aqua Eye) untuk melengkapi 2 unit perahu karet dan 1 unit Kapal SAR Kumbakarna.
“Dari hari kedua kita sudah menggunakan drone untuk pemantauan. Kita juga sudah gunakan alat pendeteksi bawah air. Namun hasilnya mungkin Tuhan belum berkehendak, sehingga sampai saat ini belum membuahkan hasil,” ungkapnya.
Kepala Kantor SAR Manokwari ini menerangkan, selain menambah peralatan, pihaknya juga sudah memperluas area pencarian dari titik yang dilaporkan awal korban hilang.

“Titik pencarian sudah keluar dari teluk situ. Di hari kedua kita juga sudah melakukan penyelaman. Tapi hasilnya masih nihil,” bebernya.
Yefri menambahkan, pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada para nelayan yang mungkin sedang mencari ikan bila menemukan korban untuk bisa dilaporkan.
“Kita juga imbau waspada. Selain itu, kita juga mendata orang-orang yang ikut pencarian agar ketika selesai pencarian jumlahnya lengkap pada saat berangkat dan pulang,” pungkasnya.
Kepala Kantor SAR Manokwari ini mengingatkan kepada masyarakat dan para nelayan yang ingin melaut untuk lebih waspada karena kondisi cuaca belakang ini cukup ekstrim karena angin dan ombak cukup kuat.
Untuk diketahui, Fajar dilaporkan terseret ombak saat mandi-mandi bersama teman-temannya di Pantai Sidey, Rabu 1 Januari lalu sekitar pukul 16.00 WIT. [SDR-R4]




















