Manokwari, TP – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat dan ormas Islam melakukan pemantauan Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah, Jumat (28/2/2025).
Pemantauan dipusatkan di Pantai Masni, SP 7, Distrik Masni, dengan teropong sekitar pukul 18.20 WIT atau saat-saat Matahari terbenam dan munculnya bulan.
Hasil pemantauan di Manokwari masih nihil. Sejumlah saksi yang melakukan pemantauan dengan menggunakan teropong, mengaku tidak melihat hilal.
Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen J. Mayor mengatakan, hilal tidak terlihat pada 16 menit selepas pukul 18.20 WIT atau waktu di mana Matahari terbenam.
“Cuaca agak gelap, kita tidak bisa melihat hilal. Kita akan laporkan ke Kementerian Agama dan kita pasti menunggu penetapan awal Ramadhan dari hasil Sidang Isbat di Jakarta malam ini,” ujar Mayor kepada Tabura Pos di Pantai Masni, Jumat.
Senada, Ketua Pengadilan Agama Manokwari Kelas IB, Muhammad Syauky S. Dasy mengaku belum melihat hilal dengan menggunakan teropong. Dijelaskannya, kondisi cuaca hujan dan berawan, sehingga secara kasat mata, hilal agak susah terlihat.
“Kondisi kita tadi hilal tidak terlihat, apalagi dengan cuaca dan tempat kita ini ketinggian dengan ufuk hampir sama. Harusnya, tempat untuk melihat hilal lebih tinggi,” jelas Syauky.
Lebih lanjut, jelas Syauky, posisi hilal di Manokwari berada pada ketinggian 3 derajat dan elongasi atau jarak dengan Matahari berada pada 5,3 derajat.
Menurutnya, secara mabibs atau ketentuan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama, elongasi 5,3 derajat belum memenuhi kriteria dan syarat untuk menentukan 1 Ramadhan.
“Untuk memenuhi syarat seharusnya elongasi berada pada 6,3 derajat. Rata-rata hampir di seluruh Papua elongasinya 5,3 derajat, bahkan di wilayah tengah Indonesia,” jelasnya.
Syauky menambahkan, meskipun di wilayah timur Indonesia, hilal belum terlihat, tetapi bila salah satu daerah atau provinsi di bagian barat Indonesia sudah terlihat, maka itu bisa menjadi acuan Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret.
“Ada wilayah di bagian barat seperti di Sabang, Aceh, itu hilal sudah terlihat di atas 3 derajat dan itu bisa menjadi acuan Kementerian Agama saat Sidang Isbat nanti menentukan besok itu awal Ramadhan sekalipun di wilayah timur hilal belum terlihat, karena Aceh juga merupakan bagian dari Indonesia,” katanya.
Selain di Manokwari, pemantauan hilal awal Ramadhan di Papua Barat juga berlangsung di Kabupaten Fakfak yang dipusatkan di Gedung Kampus STAI Al Mahdi dan Kota Sorong di Hotel Waigo Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Di kedua kabupaten itu, hasilnya sama dengan pemantauan di Manokwari, dimana hilal tidak terlihat.
“Iya di Fakfak dan Kota Sorong tidak terlihat, karena cuaca rata-rata mendung,” jelas tim pemantau hilal Papua Barat, Ruslan Lapuasa kepada Tabura Pos via WhatsApp. [SDR-R1]




















