Manokwari, TP – Bupati Manokwari, Hermus Indou meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyelaraskan pemberian insentif dokter.
Hal ini diungkapkan Bupati karena merasa ada kesenjangan pemberian insentif dokter di tingkat provinsi dan kabupaten.
“Manokwari ada RSUD dan provinsi sudah ada RSUP. Saya mungkin sampaikan kepada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, insentif dokter itu jangan dibeda-bedakan,” harap Indou dalam Rapat Kerja (Raker) Bupati se-Provinsi Papua Barat di Auditorium PKK Arfai, Manokwari, Rabu (23/4/2025).
Dirinya merasa khawatir, kesenjangan pemberian insentif dokter yang lebih besar di tingkat provinsi dibandingkan kabupaten, bisa membuat para dokter memilih bekerja di rumah sakit tingkat provinsi.
“Kalau provinsi bayar lebih besar maka semua tenaga dokter akan lari ke atas. Kita di daerah dapat apa,” kata Indou.
Untuk itu, ia meminta ada kesetaraan pemberian insentif dokter yang bekerja di RSUD tingkat kabupaten dan tingkat provinsi.
“Kita setarakan insentifnya. Jadi, kalau kita (kabupaten red) bayar Rp. 30 juta untuk insentif dokter, semua setarakan, baik provinsi dan kabupaten, setarakan semuanya sudah, khususnya insentif dokter,” tandas Indou.
Dengan keselarasan insentif dokter ini, maka tidak akan terjadi kesenjangan ketersediaan tenaga dokter, sehingga semua puskesmas dan rumah sakit terisi tenaga dokter. [SDR-R1]




















