Manokwari, TP – Sebanyak 298 siswa di SMP Negeri 1 Manokwari mengikuti ujian, Senin (05/25). Ujian dilaksanakan dengan menerapkan berbasis komputer.
Kepala SMP Negeri 1 Manokwari, Yusup mengatakan, dalam rangka menghadapi ujian, SMP Negeri 1 Manokwari sudah mempersiapkan sejak awal semeter dengan melakukan validasi data siswa.
Pada tahun ini ada penerapan baru terkait ijasah sehingga data siswa harus valid terutama kesamaan antara ijasah SD dengan data Dukcapil dan juga data Dapodik.
Jika ada perbedaan data antara data Dukcapil, Dapodik atau ijasah SD maka harus disesuaikan terlebih dahulu hingga tahap finalisasi calon peserta ujian.
“Kita sudah selesaikan. Sesuai data ada 298 siswa yang akan iktu ujian. Datanya semua sudah valid 100 persen,” kata Yusup kepada Tabura Pos di SMP Negeri 1 Manokwari, Senin (05/25).
Yusup mengungkapkan bahwa ujian ini merupakan tahun kedua menggunakan kurikulum merdeka dengan menerapkan berbasis komputer.
Ujian akan dilaksanakan selama 5 hari mulai dari 5-10 Mei 2025 dengan jumlah 10 mata pelajaran yang dibagi menjadi dua model.
Model pertama dari tingkat kabupaten sebanyak 6 mata pelajatan terdiri dari, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA, IPS, dan PKN. Kemudian kedua yang dibuat oleh pihak sekolah sebanyak empat mata pelajaran yakni, seni budaya, agama, informatika dan PJOK.
Ujian ain dilaksanakan selama satu sesi selesai. Setiap hari terdapat dua mata pelajaran. Pihak sekolah juga telah mempersiapkan paket susulan jika ada kendala dalam pelaksanaan paket utama misalkan siswa tidak hadir karena sakit dan sebagainya.
“Sudah disiapkan soal cadangan jika ada siswa yang tidak hadir di paket utama,” ungkapnya.
Yusuf menambahkan segala persiapan sudah dilakukan mulai dari pengaturan komputer, jaringan dan administrasi seperti kartu dan tanda hadir. Simulasi sudah dilakukan dan dipastikan semua lancar.
Dengan demikian secara umum dapat dipastikan pelaksanaan ujian nanti tidak ada kendala dan pihak sekolah berusaha laksanakan ujian dengan baik.
“Semua sudah siap, siswa yang ikut ujian tidak sampai 300 biasanya siswa kami handle sampai 1.000,” pungkasnya. [AND]




















