Manokwari, TP – Sebanyak 413 Siswa-siswi kelas XII dan XIII dari 12 program keahlian pada SMK Negeri 2 Manokwari, akan menerima hasil Ujian Kompetensi Keahlian (UKK), Senin (5/5/2025).
Kepala SMK Negeri 2 Manokwari, Regina Wutoy mengatakan, UKK telah dilaksanakan selama 3 hari dan puji Tuhan para siswa-siswi telah menyelesaikan UKK dengan baik.
Dijelaskan Wutoy, hasil UKK telah dirampungkan oleh tim penguji eksternal dari 12 industri dan nanti akan diumumkan secara resmi presentasi kelulusan hari ini di sekolah.
Orang tua siswa-siswi, sambung Wutoy, akan menerima secara resmi sertifikat UKK yang telah diikuti oleh anak-anak mereka.
“Jadi kami berdoa semoga 413 anak-anak ini dinyatakan lulus 100 persen oleh dunia industri atau tim penguji yang melakukan assismen terhadap UKK di SMK Negeri 2 Manokwari,” ungkap Wutoy kepada Tabura Pos di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (2/5/2025).
Lebih lanjut, kata Wutoy, selama proses UKK berlangsung pihaknya mengalami kendala fatal pada salah satu program keahlian yakni, teknis alat berat.
Dimana, tambah Wutoy, monitor dari peralatan alat berat milik SMK Negeri 2 Manokwari yang digunakan menghidupkan excavator dicuri oleh orang.
Sehingga, pada hari pertama UKK pihaknya mengalami kendala. Namun, di hari kedua pihaknya menyewakan exsavator agar dapat digunakan siswa-siswa dalam tahapan UKK.
Sementara, sambung dia, untuk 11 program keahlian yang lain tidak mengalami kendala dan berjalan sesuai harapan.
Disinggung terkait kecurian monitor excavator, terang Wutoy, kurang lebih sudah memasuki hampir 1 tahun, pihaknya telah melakukan upaya-upaya dengan melaporkan ke pihak kepolisian, tetapi juga dinas pendidikan.
“Kami berharap hal ini dapat ditindaklanjuti di tahun ajaran yang baru. Mengingat untuk jurusan Teknik alat berat sangat penting, karena sebagai dasar untuk mereka dapat mempelajari kompetensinya secara menyeluruh,” ujarnya.
Khusus untuk program teknit alat berat, diharapkan ada perhatian dari Dinas Pendidikan supaya dapat memfasilitasi peralatan yang dibutuhkan di sekolah. “Jadi, dari 12 program keahlian hanya 1 program keahlian yang kami mengalami kendala,” tandas Wutoy. [FSM-R5]




















