Manokwari, TP – Forum Kerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker LSM) Papua bersama Bingkai Cerita Rakyat (BICARA Foundation) resmi melaunching Publikasi Lagu dan Film Kampanye Selamatkan Manusia dan Hutan Papua di salah satu hotel di Manokwari, Sabtu (17/5/2025).
Usai Plt. Sekretaris Ekskutif Foker LSM Papua, Abner Mansai, membuka kegiatan dan meresmi Launching Publikasi 3 Lagu ciptaan Sagooroots dan 4 Film testimoni Kampanye Selamatkan Manusia dan Hutan Papua produksi BICARA Foundation.
Dilanjutkan dengan diskusi publik bersama para aktifit lingkungan, seniman muda Papua serta kaum muda yang berkecimpung sebagai praktisi lingkungan di Papua Barat yang dipandu oleh Moderator, Andi S.B. Saragih sebagai, Direktur Eksekutif BICARA Foundation.
Pada kesempatan itu, 1 film produksi BICARA Foundation berjudul ‘Yuli Sonngonao’ ditayangkan. Dimana, film tersebut menceritakan anak Muda Papua bernama Yuli selesai menyelesaikan pendidikan sarjananya di Semarang, memilih untuk pulang Kampung untuk mengabdikan dirinya bagi masyarakat adat melalui salah satu LSM di Kabupaten Kaimana.
Yuli sendiri telah mendedikasikan waktu dan pikirnya untuk membantu mengorganisir masyarakat adat melalui LSM tempat dia bekerja, guna berupa meningkatkan ekonomi masyarakat adat serta mendorong penghormatan, pengakuan dan pemenuhan hak masyarakat adat Papua.
Pemeran utama dalam film ini memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja LSM yang dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat adat dengan harapan kerja-kerja LSM dapat diperluas di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua, Abner Mansai mengatakan, tujuan dari kampaye untuk menyasar kaum muda dimana saja berada guna melihat anak-anak muda lain bekerja untuk memperkuat masyarakat adat di Tanah Papua.
“Yuli Sonngonao diibatkan sebagai pendekar-pendekar muda Papua yang mengorbankan masa mudanya untuk kerja mendorong penguatan ekonomi masyarakat adat Papua,” singkat Mansai saat membuka Launching Publikasi Lagu dan Film testimoni Kampanye Selamatkan Manusia dan Hutan Papua.
Disamping itu, lanjut dia, Tanah Papua sendiri memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia yang berfungsi sebagai paru-paru bumi dan rumah bagi berbagai flora serta fauna endemik.
Namun, eksploitasi sumber daya alam, deforestasi, serta perubahan iklim mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada hutan.
“Penting kiata mengambil langkah konkret dalam upaya perlindungan hutan, dan manusia yang ada di sekitarnya melalui pemberdayaan, penghormatan, pengakuan dan pemenuhan hak masyarakat adat,” tegas Mansai.
Menurutnya, tujuan publikasi lagu dan flim ini dalam rangka mengkampanyekan semangat bersama menyelamatkan hutan Papua untuk menghambat laju deforestasi dan eksploitasi.
Melalui kegiatan ini, harap dia, dapat mempromosikan pentingnya pengakuan, penghormatan dan pemenuhan hak masyarakat adat di Tanah papua.
Dengan ruang lingkup, sambung dia, kegiatan ini terbatas pada mengedukasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta tentang pentingnya pelestarian hutan Papua.
“Kampanye media dan diskusi adalah bentuk usaha untuk meningkatkan kesadaran publik,” tandas Mansai. [FSM-R5*]




















