Manokwari, TP – Akhirnya, petugas kebersihan mengangkut sampah yang sempat menumpuk di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di dalam Kota Manokwari ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Menurut sopir truk sampah, Willem Sayori, pengangkutan sampah dilakukan setelah gaji petugas kebersihan yang sempat tertunggak selama 4 bulan, dibayarkan.
Namun, ia mengatakan, gaji yang dibayarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, hanya 2 bulan dari tunggakan selama 4 bulan, sedangkan sisanya belum ada kepastian.
“Iya, sudah pengangkutan sejak gaji dibayar beberapa hari lalu, tapi yang dibayar baru dua bulan dari tunggakan empat bulan. Untuk sisa gaji yang belum dibayar, belum ada informasi lebih lanjut,” kata Sayori kepada Tabura Pos di TPS Wosi Dalam, Manokwari, Senin (9/6).
Terkait layanan BBM dari pihak SPBU, dirinya mengaku belum tahu pasti pelayanan akan berlangsung sampai kapan, karena sebelumnya juga pernah terjadi penunggakan pembayaran.
Untuk kendaraan operasional pengangkutan sampah, kata dia, dari sekitar 20 kendaraan operasional pengangkutan sampah, sekitar 4 kendaraan operasional yang tidak bisa dipakai akibat mengalami kerusakan.
Sebab, ia menjelaskan, kendaraan operasional pengangkutan sampah yang mengalami kerusakan, karena bengkel tempat pengambilan suku cadang belum melayani karena adanya tunggakan pembayaran.
“Jadi, memang sebelumnya ada beberapa kendala yang dialami. Kita tidak tahu ini bisa beroperasi sampai beberapa hari ke depan, tapi yang jelas, kita optimalkan yang ada,” kata Sayori.
Dirinya berharap pemda memberikan perhatian lebih untuk petugas kebersihan, terutama menyangkut kesejahteraan. Selain itu, ia meminta pemda melakukan upaya komprehensif untuk mengatasi masalah sampah agar lingkungan tetap terjaga kebersihannya.
“Kami harap ada perhatian lebih baik, karena masyarakat buang sampah tidak pakai waktu, sedangkan bak sampah kita terbatas. Pengangkutan harus dilakukan setiap hari, kalau terhambat, kasihan masyarakat,” tutur Sayori. [AND-R1]




















