Manokwari, TP – Aparat Kepolisian mengaku akan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam peristiwa kericuhan di lokasi penambangan emas ilegal di Kawasan Kali Waserawi, Manokwari. Tidak hanya itu polisi juga mengaku akan melakukan penyelidikan terhadap aktivitas penambangan Ilegal di wilayah tersebut.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Beny Ady Prabowo mengungkapkan, terkait informasi kejadian kericuhan di lokasi penambangan emas ilegal Wasirawi, Polda Papua Barat tidak akan mentolerir.
Jika benar terjadi tindak pidana, baik dalam bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat maupun aktivitas pertambangan tanpa izin, maka pihaknya akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Saat ini Tim gabungan dari Polresta Manokwari dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat telah merespon dan akan turun langsung ke lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan tambang ilegal yang diduga menjadi pemicu konflik.
“Kami telah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Manokwari. Dalam waktu dekat, tim akan turun ke TKP untuk memastikan kronologi, memverifikasi informasi, serta mengidentifikasi para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat,” ungkap Benny, Selasa (08/07).
Benny menegaskan bahwa Polda Papua Barat sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Kepolisian tidak akan tinggal diam apabila terbukti ada pelanggaran hukum, baik dari masyarakat maupun oknum tertentu.
Penegakan hukum adalah prioritas. Apabila ditemukan unsur pidana terkait pertambangan ilegal maupun konflik sosial yang membahayakan masyarakat, pihaknya memastikan akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
Benny mengimbau seluruh masyarakat di sekitar kawasan Waserawi untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Pihak Kepolisian menjamin akan memberikan perlindungan dan penanganan sesuai prosedur demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Saat ini situasi masih dalam pemantauan. Kami mohon kerja sama semua pihak untuk menahan diri dan mendukung upaya penegakan hukum yang tengah berjalan,” pungkasnya. [AND]




















