Manokwari, TP – Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah III Doberay, Septi Meidodga berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari membangun galeri kebudayaan.
Diungkapkannya, hasil kerajinan ciri khas budaya Papua, sangat banyak, tetapi semuanya itu masih dijual mama-mama Papua maupun perajut yang tersebar di pinggir jalan tanpa ada tempat terpusat.
“Kita mendorong segera dibentuk galeri atau tempat khusus menampung hasil kerajinan mama Papua atau perajut budaya lain dalam satu tempat. Sekarang ini belum ada,” kata Meidodga kepada para wartawan di Sektetariat Dewan Adat Papua (DAP), Manokwari, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, jika ada galeri, maka mama-mama Papua atau perajut bisa terpusat untuk menjajakan hasil kerajinannya, mungkin seperti Noken, manik-manik, mahkota atau yang lain.
Selain itu, ia menambahkan, dengan adanya galeri bisa memudahkan tamu yang datang ke Manokwari dan ingin mencari oleh-oleh berciri khas Papua.
“Galeri nanti bukan saja menampung dari Arfak, tetapi semua wilayah adat. Dengan ada geleri akan lebih terpusat dan ketika tamu mau cari oleh-oleh, tempatnya terpusat dengan berbagai macam jenis alat kebudayaan di wilayah Papua,” kata Meidodga. [SDR-R1]




















