Manokwari, TP – Dewan Keluarga Masjid (DKM) An-Nur di Kelurahan Wosi, Manokwari, secara resmi melaunching perpustakaan masjid, Minggu (07/09).
Kegiatan yang mengusung tema “Buku adalah Harta Karun Pengetahuan, Semakin Banyak Kamu Membaca Semakin Kaya Ilmumu” ini dihadiri oleh DKM An-Nur Wosi Manokwari, Ketua DMI, Kabupaten Manokwari, perwakilan Kemenag, orang tua, guru, dan para remaja masjid.
Dewan Penasehat DKM An-Nur, Dr. Mulyadi Djaya, menyampaikan rasa syukur karena perpustakaan ini hadir sebagai ikhtiar dalam mengembalikan budaya membaca di kalangan anak-anak.
Mulyadi menekankan pentingnya membaca berdasarkan perintah Allah SWT yang pertama kali turun, yaitu ‘Iqra’ (Bacalah).
Menurutnya, membaca itu penting untuk menambah ilmu yang akan menyelamatkan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi di era teknologi saat ini, handphone bisa menjebak pada hal-hal yang tidak penting.
“Untuk itu, kami meresmikan perpustakaan ini agar anak-anak terbiasa membaca buku,” ujarnya.
Mulyadi juga mengungkapkan strategi untuk memotivasi anak-anak, yaitu dengan memberikan reward atau hadiah bagi yang rajin membaca dan mampu menyelesaikan sejumlah buku. Mulyadi mencontohkan sosok B.J. Habibie yang kecerdasannya lahir dari kegemaran membaca.
“Kepada orang tua dan guru, mari kita kembalikan anak-anak untuk terbiasa membaca. Orang-orang hebat terdahulu bisa hebat karena membaca dan menulis. Semoga anak-anak di sini bisa menjadi orang terbaik bukan hanya di Manokwari, tapi di seluruh Indonesia,” harapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Manokwari, Wiwik Hariawan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif DKM An-Nur.
Hariawan menyebut bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan bermakna untuk meningkatkan minat baca yang masih rendah di Papua Barat, khususnya di Manokwari.
“Indeks membaca di Papua Barat masih terendah, sementara yang tertinggi adalah Yogyakarta. Kehadiran perpustakaan masjid ini adalah salah satu solusi untuk meningkatkan minat baca,” kata Wiwik.
Pada tahun 2024 ini, Perpustakaan Nasional memberikan bantuan untuk rumah ibadah, baik gereja maupun masjid. Untuk kabupaten Manokwari memfasilitasi bantuan tersebut berupa 1.000 buku dan meja buku untuk tiga masjid di Manokwari, salah satunya adalah Masjid An-Nur Wosi.
“Tiga masjid yang dapat bantuan, pergerakan Masjid An-Nur yang paling cepat dan aktif. Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi, termasuk dalam menyelenggarakan lomba bertutur untuk anak SD dan lomba resensi buku untuk SMP yang hadiahnya cukup besar,” jelasnya.
Wiwik berharap pengelola perpustakaan masjid terus berinovasi, misalnya dengan mengadakan perlombaan, agar anak-anak tidak jenuh.
Ia juga menjanjikan bahwa perpustakaan masjid yang aktif akan selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas.
“Kehadiran perpustakaan Masjid An-Nur dapat menjadi mitra strategis bagi sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi yang cerdas, berilmu, dan bertakwa,” pungkasnya.
Serangkain acara ini ditutup dengan perlombaan. Pengurus perpustakaan masjid An-Nur Wosi juga mengajak masyarakat untuk mendonasikan buku-buku yang masih layak baca untuk memperkaya koleksi perpustakaan. [AND]




















