Manokwari, TP – Para tokoh agama di Kabupaten Manokwari berharap Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. Ongky Isgunawan memperkuat sinergitas melalui pertemuan secara rutin.
Ketua Majelis Daerah GPKAI, Pdt. Charles Tehtol mengatakan, pertemuan rutin bersama para tokoh agama jarang dilakukan Kapolresta, terlebih bersama Kapolresta yang baru.
Dikatakannya, pertemuan baru dilakukan ketika terjadi suatu peristiwa. Padahal, ungkap Tehtol, para tokoh agama merupakan mitra dari Polresta Manokwari dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Saya menyarankan ada pertemuan rutin atau ngopi bareng, mungkin tiga atau enam bulan sekali supaya kita kenal lebih dekat dengan Pak Kapolresta Manokwari yang baru,” kata Tehtol dalam pertemuan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manokwari, Senin (8/9/2025).
Ia menambahkan, dengan adanya pertemuan rutin, para tokoh agama bisa mengetahui perkembangan isu terbaru dan lebih berkontribusi, mengambil langkah-langkah preventif dari lingkungan masing-masing sebelum terjadi suatu peristiwa.
“Saya rasa kepolisian yang mengetahui isu-isu terbaru. Jangan kita seperti tim pemadam kebakaran, ada api, ada asap, baru kita turun bareng-bareng, tapi kalau tidak ada asap, api, masing-masing cari jalan,” katanya.
Untuk itu, ia berharap ada pertemuan rutin agar bisa saling bertukar pikiran yang konstruktif supaya kamtibmas tetap kondusif dan terjaga.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manokwari, Baharudin Sabollah mengatakan, keberadaan tokoh agama dan Polresta Manokwari adalah sama, yakni mengendalikan, menjaga, dan memberi jaminan keamanan terhadap umat beragama di Manokwari.
“Saya rasa cukup bagus untuk merekatkan para tokoh agama dan pihak keamanan. Apapun itu tujuannya, para tokoh agama dan Polresta sama, sehingga sinergi, kemitraan harus tetap dibangun dan dijaga,” katanya.
Menurut Sabollah, selama ini hubungan antara satu agama dengan agama yang lain di Manokwari berjalan baik, bisa dilihat dari solidaritas ketika hari-hari besar keagamaan.
“Saya rasa penting di era sekarang ini, siapa pun bisa melakukan apapun, tapi jangan dihadapi dengan kekerasan, karena agama sesungguhnya adalah agama yang mengajarkan kebaikan dan lemah lembut antarsesama,” katanya.
Tokoh agama Hindu, Wayan Patiyasa juga meminta pihak kepolisian tidak memakai kekerasan dalam menghadapi suatu aksi yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Manokwari.
Ia meyakini situasi kamtibmas di Kabupaten Manokwari tetap aman dan kondusif selama ada sinergitas yang baik antara Polresta dan tokoh agama.
“Pemicu ricuh adalah mereka yang konsumsi minuman keras. Ini yang menjadi perhatian,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta mengaku setuju dan akan menjadwalkan pertemuan rutin bersama para tokoh agama. Dirinya mengajak para tokoh agama senantiasa mendukung Polersta menciptakan dan menjaga kondusivitas kamtibmas.
Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manokwari, Saul Nauw mengatakan pentingnya dukungan dari para pemimpin gereja dan masjid dalam penyampaian data umat secara baik dan benar.
Menurutnya, sampai sekarang, data jemaat belum sepenuhnya valid, padahal sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya menjaga situasi kamtibmas.
“Perlu pimpinan gereja dan masjid menyampaikan data umat, dengan harapan data ini digunakan demi menjaga situasi dan keamanan di daerah,” tandas Nauw. [SDR-R1]




















