Ransiki, TP – Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Manokwari Selatan dan masyarakat di daerah tetangga yakni, Pegunungan Arfak (Pegaf), Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan kabupaten Manokwari atas aksi pemalangan yang terjadi beberapa hari lalu di Jembatan Kali Mati, Jalan Trans Papua Barat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Provinsi Papua Barat atas kejadian pemalangan itu,” ucap Bupati Bernard saat memimpin apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Halaman Kantor Bupati Mansel, Senin (22/9).
Bernard mengungkapkan, aksi pemalangan itu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Untuk itu, dalam waktu dekat Pemkab Mansel akan membangun koordinasi dan komunikasi yang lebih intens lagi dengan semua pemangku kepentingan di daerah agar hal serupa tidak lagi terjadi di Manokwari Selatan.
Dia mengajak seluruh ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Mansel supaya bersama-sama menjaga kota ini agar tetap aman dan terkendali, menjauhkan diri dari hal-hal yang merugikan banyak orang.
” Kedepannya, jika ingin menyampaikan aspirasi mari duduk bersama dengan pemerintah untuk berbicara. Kita juga akan menyampaikan kepada saudara-saudara kita dari suku yang lain supaya apa yang menjadi bagian masyarakat asli daerah ini, tidak boleh di ambil oleh saudara-saudara yang lain, harus ada pengertian,” harap dia. [BOM-R2]




















