Gubernur:Jumlah 1.002 Tenaga Honorer Tetap
Manokwari, TP – Inspektorat Papua Barat mengundang 15 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Barat guna membahas permasalahan 60 dari 1002 tenaga di lingkungan Pemrov Papua Barat, plus ketua honorer. Jumat (10/10) siang.
Dalam undangan tersebut, seluruh pimpinan OPD diminta untuk membawa dokumen seperti, SPM dan SP2D gaji bulan Oktober, November, Desember 2021, Surat Keputusan (SK) pengangkatan tenaga honorer, dan daftar pembayaran gaji non ASN Januar-Desember 2021 yang bersumber dari APBD Papua Barat serta nota dinas.
Adapun pimpinan OPD yang diundang Inspektorat sebagai berikut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PUPR, Kepala DP3A, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretaris MRP.
Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Biro Adminpim, Kepala Biro Umum, Kepala RSUD Provinsi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala BPKAD , Kepala Bappeda dan Kepalas Dinas Kominfo dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Papua Barat, serta Ketua Honorer.
Diberitakan sebelumnya, Aliansi Honorer Nasional (AHN) dan Forum Honorer 1002 Papua Barat sempat menggelar aksi demo dan memalang Kantor BKD Papua Barat, tanggal 10 Septermber 2025 lalu. Dalam aksinya, para tenaga honorer meminta segara diangkat dan tidak penambahan maupaun perubahan daftar.
Menyikapi aksi itu, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menegaskan daftar tenaga honorer yang telah ditandatanganinya tidak ditambah maupuan diubah, jumlah 1.002 tenaga honorer tetap.
Dikatakan Mandacan, tidak ada perubahan, sebab proses pengangkatan 1.002 tenaga honorer formasi tahun 2021 menggunakan sistem, maka jumlahnya tetap 1.002 tenaga honorer.
“ Saya sudah tanda tangan berkasnya berarti sudah final dan jumlahnya tetap 1.002, karena melalui aplikasi juga,” tegas Mandacan saat memberikan arahan apel pagi di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (15/9/2025).
Dikatakan Mandacan, sistem yang digunakan untuk melakukan pengimputan data tenaga honorer pada Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) XIV Manokwari mengalami gangguan.
Tetapi, lanjut Mandacan, secara manual dirinya telah menandatangani berkas dokumen dari 1.002 tenaga honorer, maka hari ini pihaknya akan segara serahkan berkas-berkas tersebut kepada BKN.
Lebih lanjut, kata Mandacan, pihaknya sudah melakukan pengimputan data honorer melalui sistem BKN dan sudah mencapai 52 persen.
Untuk yang lain, kata Mandacan, pihaknya sedang berupaya dan dirinya telah bertemu dengan Wakil Kementerian Dalam Negeri (Wamendagri) dan sudah disampaikan penambahan kuata pengangkatan tenaga honorer.
“Untuk tenaga honorer 1.002 sudah saya tandatangan dan final. Hari ini juga akan kami serahkan ke BKN Regional XIV Manokwari melalui BKD Papua Barat,” tandas Mandacan. [FSM-R2]




















