Ransiki, TP – Wakil Ketua I DPRK Manokwari Selatan (Mansel), Wolof Sayori, S.Sos, menyoroti belum difungsikannya bangunan Pasar Rakyat, Pasar Abreso yang terletak di Dusun Raipawi, dan Pasar Waranggui.
Melihat konsidi ketiga bangunan pasar yang terkesan terbengkalai karena belum difungsikan. Wolof Sayori menilai Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mansel tidak serius dalam menangani urusan perdagangan di Kabupaten Mansel.
“Harus ada perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap sejumlah bangunan pasar yang terbengkalai seperti, bangunan Pasar Rakyat dan Pasar Kenangan Abreso,” ucap Wolof Sayori kepada wartawan di Ransiki, Selasa (25/11).
Menurut Wolof Sayori, apapun kendalanya, aset pemerintah daerah yang sudah dibangun harusnya bisa difungsikan, bukan dibiarkan terbengkalai dan rusak begitu saja.
“Kalalu kondisinya seperti saat ini, Disperindagkop harus memperbaiki dan merawat bangunan pasar yang sudah rusak, karena sudah lama terbengkalai,”ujarnya seraya menyarankan Disperindagkop berkomunikasi masalah anggaran dengan Pimpinan Daerah.
Tidak sampai disitu,Wolof Sayori juga mengkritisi pihak eksekutif yang dinilai lamban dalam menata kembali perekonomian di Kabupaten Mansel, namun justru sebaliknya membiarkan sejumlah bangunan pasar yang sudah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah menjadi mubazir karena tidak difungsikan.
Politisi NasDem ini mengungkapkan, bangunan Pasar Waranggui yang sudah diselesaikan beberapa tahun lalu tetapi kemudian rusak karena juga dibiarkan terbengkalai.
Untuk itu, Wolof Sayori meminta perhatian serius Pimpinan Daerah agar segera memerintahkan OPD terkait melakukan relokasi dan fungsikan 2 bangunan pasar yang ada di Dusun Raipawi.
Ia mengungkapkan, langkah tersebut harus segera di ambil untuk membangkitkan perekonomian di Mansel secara terpusat dan terpadu.
“Kalau bangunan pasar ini dibiarkan begitu saja dan tidak di fungsikan sudah pasti akan rusak, dampak lainnya akan terus muncul kios dan toko di mana-mana yang hanya menguntungkan pengusaha tetapi pemda tidak dapat apa-apa,” pungkasnya.
Sebaliknya, lanjut Sayori, jika bangunan pasar Raipawi di aktifkan dan semua pedagang di relokasi ke sana, pemda kemudian bisa bertindak untuk menertibkan kios dan Los di pinggir jalan dan menata kembali pusat perekonomian di Mansel.
Maka daerah yang kemudian bisa pemda lakukan adalah terfokus untuk menarik retribusi dari pasar sehingga bisa menambah sumber pendapatan asli daerah. [BOM-R2]




















