Ransiki, TP – Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP, bersama Kapolres Mansel, AKBP Marzel Doni, memfasilitasi mediasi permasalahan dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan SPPG Cabang Ransiki.
Mediasi yang berlangsung di Kemiri-Sabri, menghadirkan pihak keluarga yang diduga menjadi korban keracunan makanan dan pihak penyelenggara MBG dari SPPG Cabang Ransiki, Jumat (5/12) siang.
Dalam mediasi, pihak keluarga melaporkan bahwa setelah anak-anaknya mengkonsumsi makanan MBG siap saji, anak -anak mereka mengalami pusing, muntah-muntah dan berak-berak.
Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, dalam mediasi itu para pihak bersepakat agar program MBG di SPPG Ransiki dihentikan sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan hasil uji laboratorium dari sampel makanan siap saji yang diduga menjadi akar penyebab keracunan 8 pelajar SD Inpres 51 Sabri.
Bupati Mansel, Bernard Mandacan, dalam mediasi tersebut memerintahkan agar program MBG di SPPG Ransiki, dihentikan untuk sementara, sambil meminta pihak kepolisian untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan yang di alami anak-anak Papua dari SD Inpres 51 Sabri.
Bupati meminta, pihak kepolisian bisa memanggil dan mengambil keterangan para staf SPPG Cabang Ransiki mulai dari petugas dapur sampai para sopir yang di tugaskan mengantar makanan, untuk menelusuri penyebab keracunan yang di alami anak-anak dari Kemiri.
Disamping itu, Bupati Mansel juga meminta supaya dilakukan evaluasi menyeluruh di SPPG Cabang Ransiki, mulai dari pelaksana dan penanggungjawab dapur, air yang digunakan dan bahan pokok yang di siapkan, semuanya harus mendapatkan pendampingan ahli gizi dan tim kesehatan.
Sebagai Pimpinan Daerah di Kabupaten Mansel, Bernard Mandacan menginginkan supaya program Presiden Prabowo Subianto, yakni program MBG yang dilaksanakan di daerah, berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Mansel, AKBP Marzel Doni mengatakan, pihak kepolisian kini sedang bekerja, melakukan pemeriksaan, pengumpulan data. Ia mengaku, pihaknya telah menyerahkan sampel makanan siap saji yang diduga menjadi penyebab keracunan, ke Laboratorium BPOM Manokwari untuk di uji laboratorium.
Disamping itu, pihak kepolisian juga akan memberikan pendampingan tenaga dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisinya kesehatan 8 orang anak yang diduga menjadi korban keracunan makanan program MBG.
Ia menjelaskan, sampel makanan siap saji yang di bawa ke Laboratorium BPOM antara lain, Roti Pisang, Susu Dancow Bubuk dan Susu Ultra dalam kemasan.
Berangkat dari kejadian tersebut, Kapolres Manokwari Selatan menghimbau kepada pihak keluarga supaya tetap tenang dan mempercayakan permasalahan ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian, dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu situasi Kamtibmas. [BOM-R2]




















