Manokwari, TP – Umat Katolik Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari mengikuti ibadah akhir tahun, Rabu, 31 Desember 2025 malam. Misa terakhir di 2025, dipimpin Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Philipus Sedik, OSA.
Pastor Paroki mengatakan, umat Katolok harus menyiapkan batin dan hati yang bersih, kiranya mengucap syukur, sepanjang 2025 boleh ada dalam penyertaan Tuhan Yesus.
“Dan, siap melangkah ke tahun yang baru, yaitu tahun 2026 dengan semangat yang baru dan harapan yang baru. Ibu, bapak, dan saudara, saudari sekalian, umat Katolik Paroki Imanuel Sanggeng, tiba saatnya kita melangkah dengan penuh harapan dan sukacita,” tutur Sedik.
Dalam khotbahnya, Sedik mengambil bacaan ayat dari Injil surat pertama Rasul Yohanes (2: 18-21). Dikatakannya, bacaan Injil yang telah didengarkan bersama, menegaskan, ibu dan bapak sekalian, sabda datang ke dalam dunia, menawarkan relasi yang baru sebagai anak-anak Allah.
Di akhir tahun ini, kata Sedik, bagaimana sebagai perutusan anak Allah, diajak berpikir, bersikap, dan bertindak dengan hati yang bersih dan identitas sebagai umat Allah, bukan gelar, melainkan panggilan hidup sehari-hari.
Ditegaskannya, pada 2025, mungkin sebagai umat Allah meninggalkan penyesalan, luka, dan kekecewaan, tetapi status sebagai anak-anak Allah tidak pernah dicabut oleh Tuhan.
Sebagai umat yang beriman, lanjut Pastor Paroki, dengan kesadaran sebagai manusia, harus terus melangkah ke tahun yang baru, dengan hati yang bersih dan tetap mengucap syukur atas berkat dan karunia-Nya.
“Sabda Kristus yang menjadi manusia menunjukkan bahwa Allah memilih hadir dalam keseharian kita sebagai umat manusia. Dinamika yang terjadi di tahun 2025, telah kita akhiri dan sebentar lagi kita akan melangkah maju memasuki tahun 2026, dengan hati yang bersih,” kata Sedik.
Ia menambahkan, bacaan Injil ini mengajak untuk memandang masa depan, bukan dengan kecemasan, tetapi dengan harapan, sabda yang penuh rahmat dan kebenaran menyertai perjalanan waktu yang akan datang di 2026, bukanlah ruang kosong, melainkan rahmat yang penuh kepercayaan yang disiapkan oleh Tuhan untuk menjadi saksi terang Kristus dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.
“Mari kita sambut tahun 2026 nanti, harus melangkah maju dengan hati, iman, pengharapan, dan kasih,” pintanya.
Pada 2025 , katanya, sebagai umat Allah sudah dilewati bersama-sama, untuk itu mari menanggalkan kekurangan, keterbatasan, mungkin juga keterlibatan sebagai anak-anak Allah dalam membangun persekutuan sebagai umat Allah di tahun yang lama, kiranya belum maksimal, maka di awal tahun yang baru, umat Katolik harus terus membangun komitmen baru menjadi putra dan putri-Nya, yang penuh kasih dan kebaikan dalam kehidupan hari lepas hari, baik dalam karya pelayanan di Paroki Imanuel maupun pewaris Kristus yang menggembirakan.
“Karena Kristus hadir menyertai dan membimbing karya pelayanan kita sebagai umat Allah yang hadir sampai dengan saat ini agar kita terus melangkah maju dalam kasih dan pelayanan sebagai umat Allah,” jelas Sedik.
Sebelum mengakhiri khotbahnya, Pastor Paroki mengajak umat Katolik untuk mengikuti teladan Kristus serta melakukan kebaikan terhadap sesama dalam mengarungi kehidupan yang akan datang dalam terang dan keabadian sebagai umat pilihan Allah.
Setelah ibadah, Ketua Dewan Paroki Imanuel Sanggeng, James Rahakbauw menyampaikan perkembangan keuangan Paroki dan pelaksanaan tradisi Gereja Katolik sepanjang 2025.
Pada kesempatan itu, Rahakbauw mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya menjalankan tugas dan tanggung jawab Ketua Dewan Paroki Imanuel Sanggeng, baik suka maupun duka.
Dari pantauan Tabura Pos, ibadah yang dimulai pukul 19.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT, berlangsung aman dan lancar. [CR18-R1]




















