Manokwari, TP – Keributan sesama pedagang Sayur sempat terjadi di Pasar Sentral Sanggeng, karena tidak mendapat los jualan, Kamis 8 Januari, kemarin. Para pedagang meminta Pemkab Manokwari melalui dinas teknisnya tidak membiarkan dan melihat permasalahan tersebut.
Menanggapi dinamika itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag), Yahya Maabuat menemui para pedagang di Pasar Sentral Sanggeng, Jumat (9/1/2025).
Yahya mengatakan saat keributan dirinya berada di pasar. Hanya saja, belum bisa memberikan penjelasan saat itu karena mendapat ancaman sehingga terpaksa mengamankan diri.
“Bukan ada pembiaran dari pihak dinas. Kemarin pagi setelah angkat pos karcis yang ada di belakang, tiba-tiba ada yang datang mengancam saya mau potong saya dengan senjata tajam, sehingga saya sebagai manusia biasa mengamankan diri balik ke kantor,” kata Yahya kepada wartawan di Pasar Sanggeng, Jumat (9/1/2026).
Yahya yang juga selaku Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag juga menjelaskan, los sayur maupun kios yang ada di pasar baru tersebut, dibagi kepada para pedagang sesuai nama yang sudah terdaftar dan terdata dari hasil rapat yang sudah dilaksanakan sejak awal.
Ia menekankan, Disperindag sebagai bawahan selalu mengedepankan petunjuk pimpinan dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati dan Pj Sekda Manokwari.
“Kami selalu mengedepankan pesan pimpinan bahwasannya mengedepankan para pedagang yang sejak awal terdampak pembangunan Pasar Sentral Sanggeng ,” jelasnya.
Ia memastikan, tidak ada pendaftaran dan pendataan pedagang baru di luar rapat yang sudah pernah dilakukan sebanyak dua kali. Sebab, sudah diprediksi jika itu dilakukan maka sudah tentu akan menimbulkan masalah.
“Sehingga langkah yang diambil adalah berdasarkan arahan pimpinan yaitu mengembalikan para pedagang sesuai data base yang ada. Jadi, tidak ada permainan,”
Ia juga mempersilahkan pihak-pihak yang menuding adanya permainan dalam pembagian lapak jualan bisa mencocokkan data.
“Dokumen asli yang diusulkan ke kementerian untuk pembangunan pasar ini masih ada. Silahkan dicocokkan,” bebernya.
Menurut Yahya, kemungkinan para pedagang yang tidak mendapatkan los sayur adalah pedagang tidak tetap atau pedagang musiman yang saat pendataan dilakukan sedang tidak berjualan.
“Kalau ada yang ribut-ribut tidak dapat los itu berarti mengandung arti ada pedagang baru karena sudah ada rapat 2 kali,” jelasnya .
Menurut Yahya, keluhan para pedagang yang belum mendapatkan los jualan tentu menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena, pasar tersebut dibangun untuk masyarakat pedagang berjualan.
Ia menambahkan, penempatan pedagang kali ini merupakan kesempatan pertama untuk pedagang yang namanya sudah ada di data base.
” Nanti, tidak menutup kemungkinan manakala ada kelebihan maka tetap akan diakomodir sesuai arahan pimpinan,” pungkasnya.
Yahya menambahkan, Pasar Sentral Sanggeng ini bisa menampung ribuan pedagang dengan rincian jumlah kios sebanyak 349 unit dan los sebanyak 1.016 unit.
“Saya berharap para pedagang yang belum dapat los bisa memahami dan memaklumi hal ini. Jadi, tidak ada pembiaran dari pihak dinas maupun pemerintah, karena visi pembangunan pasar ini oleh Pak Bupati, Pak Wakil Bupati adalah sasarannya untuk masyarakat” tukasnya.
Pantauan Tabura Pos, usai bersamaan dengan bertemu para pedagang, Plh Kepala Disperindag dibantu aparat TNI menempel daftar nama-nama pedagang dan nomor tempatnya. [SDR-R2]





















