Nabire, TP – Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang mendapatkan dukungan langsung dari Bupati Paniai mukai direalisasikan di Sekolah Dasar (SD) Inpres Mayabutu, Distrik Madi, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Kini sejumlah fasilitas penunjang utama telah dilengkapi dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut diantaranya, instalasi air bersih, listrik, dan Internet sebagai syarat utama dalam penentuan lokasi pelaksanaan SSH.
Untuk memastikan kesiapan sekolah, panitia pelaksana yang terdiri dari dosen Universitas Papua (UNIPA) turun langsung ke lapangan melakukan pendampingan dan pembenahan sarana prasarana.
Kepala SD Inpres Mayabutu, Yohanes Agapa, S.Pd mengungkapkan, keterbatasan daya listrik menjadi salah satu kendala utama. Sebab, listrik yang tersedia saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional sekolah, terutama dengan diterapkannya program belajar sepanjang hari.
“Selain listrik, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian serius bagi kami,” jelas Agapa dalam pers release yang di Terima Tabura Pos via WhatsApp, Senin, (12/1/2026).
Sebab, air yang belum lancar berpotensi menghambat pelaksanaan SSH, mengingat program ini menyediakan layanan makan bergizi bagi siswa, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makanan ringan sore hari, pungkas Agapa.
Sementara itu, Ketua Panitia SSH Kabupaten Paniai, Hengki Mofu mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak Kamis, 8 Januari 2026 untuk menutup kekurangan fasilitas tersebut.
“Kami telah menyediakan dua unit profil tank untuk penampungan air bersih serta melakukan instalasi pipa air bersih ke dapur, toilet, dan tempat cuci tangan siswa,” jelas Mofu dalam perels release yang di terima Tabura Pos dalam pers release yang sama.
Dikatakan Mofu, pihaknya juga melengkapi berbagai peralatan dapur seperti belanga, piring, sendok, gelas, kompor, dan perlengkapan lainnya guna melayani sekitar 300 siswa yang akan menerima makan tiga kali sehari selama hari sekolah.
Terkait kelistrikan, Hengki Mofu menambahkan bahwa, petugas PLN telah melakukan survei lokasi untuk pemasangan meteran baru dengan daya 300 watt.
“Kami harapkan Senin, (12/1/2026) ini seluruh fasilitas sudah dapat digunakan dan siswa mulai menikmati layanan Program SSH secara penuh,” kata Mofu.
Program SSH di SD Inpres Mayabutu dapat menjadi model penguatan layanan pendidikan dasar di wilayah pedalaman Papua Tengah dengan pendekatan holistik, yang tidak hanya menekankan aspek pembelajaran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar siswa, harap Mofu. [FSM-R2]




















